Banten

Tragedi di Tanah Suci, Calon Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia Setibanya di Jeddah

Moehamad Dheny Permana | 24 Mei 2025, 04:57 WIB
Tragedi di Tanah Suci, Calon Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia Setibanya di Jeddah

Akurat Banten - Keberangkatan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji adalah momen yang sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk ribuan calon haji asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Namun, kebahagiaan yang seharusnya menyelimuti perjalanan spiritual tersebut berubah menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Bojonegoro ketika salah satu calon haji mereka, Masiah (65), dikabarkan meninggal dunia setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Menurut keterangan dari Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Hafidz, kejadian memilukan ini terjadi saat Masiah baru saja turun dari pesawat pada hari Rabu malam waktu Arab Saudi.

Baca Juga: Mengintip Upaya Pemkot Jakarta Timur dalam Mengawasi dan Menangkal Tawuran Remaja lewat Media Sosial dan Komunitas

"Waktu turun dari pesawat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, tiba-tiba Ibu Masiah terjatuh," ujar Hafidz.

Peristiwa tersebut sangat mengejutkan karena Masiah sebelumnya terlihat dalam kondisi yang cukup baik saat perjalanan.

Namun, sesaat setelah turun dari pesawat, ia tiba-tiba jatuh tanpa diketahui penyebab pastinya.

Tim medis yang berada dalam kelompok terbang (kloter) langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Baca Juga: Tragedi di Lotte Avenue, Remaja 14 Tahun Terjatuh dari Lantai Atas, Polisi Selidiki Motif dan Kronologi

Setelah itu, Masiah segera dibawa ke klinik kesehatan di bandara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut menggunakan peralatan medis yang tersedia.

Sayangnya, upaya medis tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Masiah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.16 waktu Arab Saudi.

Hingga saat ini, pihak keluarga dan Kemenag masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi, namun dugaan sementara menyebutkan bahwa penyebab kematian kemungkinan akibat gangguan jantung.

Masiah adalah warga Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, dan merupakan bagian dari kloter 64 Embarkasi Surabaya.

Keberangkatannya bersama ribuan calon haji asal Bojonegoro yang pada tahun 2025 tercatat sejumlah 1.676 orang, yang dibagi dalam lima kloter, yakni dari kloter 63 sampai kloter 67.

Saat ini, seluruh jamaah dari Kabupaten Bojonegoro sudah berada di tanah suci dan tengah menjalankan rangkaian ibadah haji.

Baca Juga: Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut: Komnas HAM Sebut Ada Perdebatan soal Metode Penanganan Detonator

Kepala Kemenag Bojonegoro, Abdullah Hafidz, mengajak seluruh keluarga jamaah dan masyarakat untuk mendoakan agar seluruh calon haji diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah suci ini.

"Mohon seluruh keluarga jamaah ikut mendoakan, semoga jamaah diberikan kesehatan dan diberikan kemudahan menjalankan ibadah haji sampai pulang ke tanah air," ujarnya.

Kematian Masiah menjadi pengingat sekaligus pelajaran penting bagi calon haji dan keluarganya untuk selalu menjaga kesehatan sebelum dan selama pelaksanaan ibadah haji.

Mengingat perjalanan haji yang menuntut fisik kuat dan kondisi prima, terutama bagi jamaah lansia, kesiapan fisik dan pemeriksaan kesehatan menjadi faktor krusial agar ibadah berjalan lancar dan penuh berkah.

Baca Juga: Tragedi di Lotte Avenue, Remaja 14 Tahun Terjatuh dari Lantai Atas, Polisi Selidiki Motif dan Kronologi

Kemenag dan pihak terkait juga diharapkan meningkatkan layanan kesehatan dan pemantauan ketat selama jamaah berada di Tanah Suci, guna meminimalisir kejadian serupa yang bisa menimpa jamaah lainnya.

Semoga Masiah diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Perjalanan haji memang penuh dengan tantangan, namun tetap menjadi perjalanan spiritual terindah bagi setiap Muslim.

Semoga seluruh jamaah Bojonegoro dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.