Banten

AA Gym: Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Adalah Jalan Menuju Haji yang Mabrur

Moehamad Dheny Permana | 31 Mei 2025, 18:34 WIB
AA Gym: Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Adalah Jalan Menuju Haji yang Mabrur

Akurat Banten - Dai kondang nasional, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji ramah lansia dan disabilitas pada musim haji 2025 ini.

Dalam momen reflektif di sela-sela pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Aa Gym menyampaikan pesan spiritual yang menguatkan dan menyejukkan bagi seluruh jamaah, khususnya yang termasuk golongan lansia dan disabilitas.

Aa Gym menekankan bahwa dalam menjalankan ibadah haji, para jamaah akan menghadapi beragam ujian, baik fisik maupun mental.

Baca Juga: Work-Life Balance ala Generasi Z: Produktif Tanpa Burnout, Begini Caranya!

Hal ini, menurutnya, adalah bagian tak terpisahkan dari proses meraih haji yang mabrur.

"Agar kita mampu menyikapi semua ujian dengan benar, bayangkan bagaimana Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar diuji dengan kesabaran dan ketaatan luar biasa kepada Allah," ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung itu mengatakan bahwa jamaah lansia dan disabilitas memang memiliki tantangan yang lebih berat dibanding jamaah lainnya.

Selain keterbatasan fisik, mereka juga harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem, budaya lokal yang berbeda, dan bahkan sistem pelayanan haji yang belum sepenuhnya profesional.

Aa Gym menyebutkan bahwa lambannya sistem penerbitan visa, perubahan sistem manajemen berbasis multi syarikah, hingga persoalan akomodasi dan transportasi kerap kali menambah tekanan.

Baca Juga: Cuan dari Hobi! Gaya Hidup Side Hustle yang Diminati Anak Muda

"Namun semua itu adalah bagian dari ujian yang harus disikapi dengan sabar, ikhlas, dan bijak. Jangan marah, jangan ghibah, jangan menyalahkan. Semua sudah atas izin Allah," pesannya.

Tak hanya itu, Aa Gym juga mengingatkan bahwa jamaah lansia dan disabilitas terkadang menjadi ujian bagi jamaah lain.

“Mereka bisa jadi merasa terbebani. Tapi justru di situlah nilai keikhlasan dan tolong-menolong diuji. Semua saling menjadi ujian untuk mencapai ke-mabrur-an haji," jelasnya.

Ia mengajak jamaah untuk mengambil teladan dari keluarga Nabi Ibrahim AS, yang menunjukkan nilai kepasrahan total kepada kehendak Allah, tanpa kehilangan semangat untuk terus berikhtiar dan berkomunikasi dengan baik.

Baca Juga: Ngantor dari Bali? Gaya Hidup Digital Nomad Semakin Populer di 2025

Kritik dan aspirasi boleh disampaikan, namun harus dilakukan dengan adab dan kasih sayang.

“Doakan para petugas dan penyelenggara. Semoga Allah beri kekuatan dan bimbingan agar pelayanan terus membaik,” ujar Aa Gym.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Rigmalia, menambahkan bahwa berbagai masalah operasional dalam pelaksanaan haji bisa menjadi pemicu gangguan psikologis bagi jamaah, khususnya lansia dengan potensi dimensia.

Ia menekankan pentingnya pendekatan spiritual seperti yang disampaikan oleh Aa Gym.

Baca Juga: Pemprov Jabar Bantu Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda, Biaya Pendidikan Anak Ditanggung

“Tuntunan dari Aa Gym ini menjadi penguat mental yang sangat dibutuhkan, tidak hanya oleh lansia dan disabilitas, tapi juga seluruh jamaah,” ujar Dante.

Dengan semangat dan keteladanan seperti inilah, penyelenggaraan haji yang ramah bagi semua golongan bisa menjadi ladang kebaikan bersama dan jalan menuju haji yang mabrur.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.