TEROBOSAN MENSOS! Lansia dan Disabilitas Dapat Jatah 'Makan Bergizi Gratis' dari Pemerintah Prabowo, Anggaran Rp15 Ribu per Porsi!

AKURAT BANTEN-Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menggebrak dengan rencana implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara spesifik menyasar kelompok Lansia dan Penyandang Disabilitas mulai tahun 2026.
Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah transformasi besar yang menekankan pada standar gizi dan upaya pemberdayaan masyarakat.
Rencana ambisius ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah baru terhadap kesejahteraan sosial.
Target Penerima dan Angka Konkret
Gus Ipul memastikan program ini akan sangat fokus dan terarah.
- Penerima Utama: Lansia terlantar di atas usia 75 tahun dan Penyandang Disabilitas yang memerlukan bantuan.
- Target Jumlah: Diperkirakan 100.000 lansia dan 30.000 penyandang disabilitas akan menjadi penerima manfaat tahap awal.
Anggaran per porsi makanan telah ditetapkan secara rinci. "Ini per menu Rp15.000. Dua kali berarti Rp30.000 per hari," ujar Gus Ipul. Artinya, setiap penerima akan mendapatkan jatah makanan dua kali sehari (pagi dan siang) dengan total nilai bantuan gizi Rp30.000 per hari.
Fokus Gizi dan Skema Distribusi yang Cepat
Program MBG untuk kelompok rentan ini akan memiliki standar yang ditingkatkan:
- Menu Harian: Makanan bergizi akan diberikan dua kali sehari, diantar setiap pagi ke rumah penerima tanpa mengenal hari libur (Sabtu atau Minggu).
- Perbaikan Standar: Kementerian Sosial (Kemensos) akan secara serius memperbaiki standar menu dan fasilitas makan bagi para penerima, memastikan makanan yang diberikan benar-benar bergizi.
- Libatkan Masyarakat: Untuk menjamin distribusi cepat dan tepat sasaran, program ini akan dikelola dan dilayani langsung oleh kelompok masyarakat setempat di sekitar lokasi penerima manfaat.
Gus Ipul menegaskan program ini dikelola langsung oleh Kemensos dan bukan bagian dari Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan merupakan pengembangan dan peningkatan dari program Kemensos yang sudah ada sebelumnya.
Visi Prabowo: Bukan Sekadar Bansos, Tapi Pemberdayaan!
Dalam kesempatan terpisah, Gus Ipul menekankan bahwa komitmen pemerintah Prabowo Subianto adalah untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, bukan hanya mengandalkan Bantuan Sosial (Bansos).
"Jangan semata-mata bansos, karena bansos ini kalau tidak diiringi dengan pemberdayaan orang akhirnya demotivasi," tegas Gus Ipul.
Program MBG ini, selain menjamin kebutuhan gizi dasar, juga menjadi jembatan menuju perbaikan data penerima dan diharapkan dapat membuka potensi pemberdayaan di tingkat komunitas melalui skema distribusi yang melibatkan kelompok masyarakat.
Dengan fokus pada data yang lebih baik, standar gizi yang lebih tinggi, dan penekanan pada pemberdayaan, program MBG khusus lansia dan disabilitas ini menandai babak baru dalam kebijakan perlindungan sosial di Indonesia, ditargetkan mulai berjalan penuh pada tahun 2026 (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










