Kontroversi Nanas Utuh di Paket MBG, SPPG Parung Serab Beberkan Alasannya

AKURAT BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Peninggalan, Kota Tangerang, tengah menjadi sorotan setelah ditemukannya buah nanas utuh dalam paket yang dibawa pulang siswa pada Senin 8 Desember 2025 kemarin.
Meski menu tersebut tampak tak lazim untuk konsumsi anak sekolah, Kepala SPPG Parung Serab, Rayhan Iman, memastikan bahwa penggunaan nanas utuh memang direncanakan dan sesuai skema distribusi MBG.
Rayhan membenarkan bahwa menu hari itu sengaja menggunakan buah nanas yang belum dipotong. Ia menyebut strategi tersebut dirancang agar pengolahan dilakukan oleh orang tua murid di rumah masing-masing.
Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Mangkir dari Pemeriksaan Inspektorat Aceh di Tengah Polemik Umrah
"Iya betul, memang kita gunakan nanas utuh, karena memang harapannya buah tersebut dipotong oleh orang tua dan disajikan ke anaknya," kata Rayhan kepada banten.akurat.co melalui aplikasi pesan singkat.
Menurutnya, menu pada hari itu termasuk kategori menu kering, yang memang diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh siswa. Terlebih, saat ini kata Rayhan, banyak siswa pulang lebih cepat menjelang libur sekolah.
"Karena menu kita kan menu kering ya, biasanya kita menggunakan food tray atau ompreng ketika KBM normal," ujarnya.
Baca Juga: Lakukan 10 Trik Ini Agar Baterai HP Bisa Hemat dan Tahan Seharian
Rayhan menegaskan bahwa pemilihan nanas utuh tidak sembarangan. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya pertimbangan bersama supplier buah.
"Pemilihan nanas utuh juga karena kita sudah ngobrol dengan pihak supplier buah, yang tersedia dengan kondisi yang bagus, kebetulan ada nanas," jelasnya.
Ia menambahkan, saat musim hujan banyak buah yang kualitasnya kurang baik untuk dikonsumsi.
Rayhan juga memastikan bahwa kandungan gizi nanas sudah dihitung dan aman diberikan kepada siswa TK hingga SD.
"Kalau ditanya aman nggak sih nanas untuk anak TK, saya bilang aman banget, nanas punya vitamin C tinggi dan serat yang baik untuk anak," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menu MBG untuk Senin hingga Rabu disamakan, dan menu baru akan diberikan mulai Kamis hingga Sabtu.
"Kalo menu rapelan seperti itu mas, tapi kalo menu yang di hari normal menggunakan food tray atau ompreng, beda-beda mas setiap harinya. Kalo rapelan ini, per tiga hari kita ganti variasi menunya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Peninggalan, Kota Tangerang menuai sorotan warga. Sebuah paket bantuan berisi nanas gelondongan buah utuh lengkap dengan kulit dan durinya ditemukan orang tua siswa di dalam ransel anaknya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin 'Perang' Bencana: 51 Triliun Digelontorkan untuk Bangun Ulang Aceh-Sumatera
Temuan ini memicu pertanyaan soal kelayakan dan kehati-hatian penyedia dalam menyiapkan paket makanan untuk anak sekolah dasar.
Orang tua siswa berinisial R mengungkapkan bahwa ia kaget saat memeriksa tas anaknya sepulang sekolah.
Di dalam paket MBG, ia menemukan satu buah nanas utuh tanpa penjelasan cara pengolahan, bersama beberapa bahan lain seperti keju, susu kotak, dan roti tawar.
R menilai pemilihan buah yang membutuhkan pengolahan rumit itu tak masuk akal jika diberikan kepada anak SD tanpa panduan atau alat bantu.
Baca Juga: Paket MBG di SDN Peninggalan Tuai Sorotan, Distribusi Dinilai Asal-Asalan
Menurutnya, hal tersebut justru berpotensi merepotkan orang tua dan tidak praktis bagi siswa.
Ia berharap penyedia MBG lebih teliti dan mempertimbangkan kemampuan konsumsi anak-anak dalam menyusun paket makanan, agar tujuan program benar-benar tercapai.
"Kebijakan Pak Presiden Prabowo kan sudah bagus. Saya berharap pihak penyelenggara dapat lebih profesional dan tidak sembarangan memberikan MBG kepada murid," ujar R, Senin (8/12/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







