Investor Asing Masuk IKN, Konsorsium AS-Korsel Siap Bangun Puluhan Rusun Lewat Skema KPBU

AKURAT BANTEN - Dukungan internasional terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menguat. Dua konsorsium asal Amerika Serikat dan Korea Selatan secara resmi menyatakan minat untuk menanamkan investasi besar melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan fokus pada pembangunan puluhan tower rumah susun yang akan menunjang infrastruktur permukiman di kawasan ibu kota baru.
Baca Juga: TPUA Tolak Hasil Uji Ijazah Jokowi, Desak Gelar Perkara Ulang Secara Transparan
Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menyambut baik masuknya investasi ini. Ia menyebut bahwa keterlibatan dua negara ekonomi besar tersebut menjadi pertanda bahwa proyek IKN tidak lagi dipandang sebelah mata oleh komunitas global.
Kepercayaan tersebut dinilai sebagai hasil dari strategi pembiayaan yang dinilai kredibel, terbuka, dan memberi kepastian hukum bagi investor.
Baca Juga: Danantara Dapat 4 Investor China, RI Kian Dilirik Jadi Markas Baru Industri EV
“Masuknya konsorsium dari Amerika dan Korea Selatan, bersama dukungan negara mitra lainnya, adalah sinyal kuat kepercayaan dunia terhadap proyek IKN. Ini lebih dari sekadar pembangunan fisik, ini bentuk kerja sama global yang berdampak luas,” ujar Agung dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025).
Baca Juga: Puan Desak Pemerintah Tindak Tegas Ormas Preman: Jangan Ragu, Bubarin Aja!
Ia menambahkan bahwa skema KPBU memungkinkan pemerintah menjalin kemitraan strategis dengan sektor swasta tanpa membebani APBN secara langsung.
Melalui model ini, pembangunan fasilitas dasar seperti perumahan bagi aparatur sipil negara, pekerja konstruksi, dan masyarakat lokal bisa dipercepat dengan pembiayaan yang efisien.
Baca Juga: Diskon Listrik 50 Persen Kembali Hadir Mulai Juni, Tapi Hanya untuk Pelanggan Daya Dibawah 1300 VA
Rencana pembangunan puluhan menara rumah susun ini menjadi bagian penting dari infrastruktur pendukung IKN yang mengusung konsep kota pintar dan hijau. Setiap tower akan didesain dengan pendekatan ramah lingkungan, hemat energi, dan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Usai Juara Liga 1, Pemprov Dedi Mulyadi Dorong Persib Tembus Level Asia
Otorita IKN berharap keberhasilan kemitraan ini menjadi daya tarik bagi investor global lainnya. Dengan semakin banyaknya mitra internasional yang bergabung, pembangunan IKN diharapkan bisa berjalan lebih cepat, lebih terintegrasi, dan menghadirkan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta pemerataan pembangunan di wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Jaksa dan ASN Dibacok di Deli Serdang, Kejagung Minta Aparat Segera Tangkap Pelaku
Proyek ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kapasitas teknologi konstruksi dalam negeri melalui transfer pengetahuan yang dibawa oleh investor asing.
Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan modern dan simbol kemajuan Indonesia ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








