Ratusan Ribu Jamaah Haji RI Sudah Tiba di Mekkah, Sebagian Besar Pegang Kartu Nusuk

AKURAT BANTEN - Gelombang pertama kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah telah selesai, dan kini rombongan mulai terkonsentrasi di Mekkah Al-Mukarramah. Kota suci ini menjadi pusat kegiatan ibadah selanjutnya bagi para tamu Allah dari Indonesia yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.
Baca Juga: JB Minta Evaluasi 4 Kepala OPD Salah Satunya Dinas Perizinan
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melaporkan bahwa hingga Selasa (27/5/2025), total sebanyak 185.075 jamaah asal Indonesia telah mendarat di Tanah Suci. Angka ini mencakup jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus yang datang melalui berbagai embarkasi dari seluruh penjuru Indonesia.
Menariknya, lebih dari 95 persen dari jumlah tersebut sudah menerima kartu Nusuk, sebuah kartu identitas digital yang kini wajib dimiliki oleh seluruh jamaah. Kartu ini menjadi salah satu inovasi digital yang diterapkan pemerintah Arab Saudi untuk memperlancar dan mengatur pelayanan haji secara lebih tertib dan efisien.
“Kami mencatat sebanyak 176.437 jamaah Indonesia sudah menerima kartu Nusuk. Ini sangat penting karena kartu tersebut menjadi akses utama untuk berbagai layanan, termasuk masuk ke Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.
Baca Juga: Korupsi Bansos COVID-19 Muncul Lagi, KPK Periksa Pegawai Kemensos hingga Pihak LKPP
Kartu Nusuk sendiri tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai alat kendali mobilitas jamaah.
Tanpa kartu ini, jamaah bisa saja terkendala dalam mengikuti rangkaian ibadah haji yang sudah dijadwalkan secara ketat oleh otoritas setempat, mengingat keterbatasan kapasitas tempat dan tingginya jumlah jamaah dari seluruh dunia.
Baca Juga: Modus Suntik Gas Elpiji 3 Kg ke Tabung 12 Kg, Dua Pelaku di Tangerang Ditangkap Polisi
Selain menjadi tiket masuk ke berbagai lokasi suci, kartu ini juga memuat data penting seputar identitas jamaah, seperti nama, negara asal, dan nomor kloter.
Bahkan, dalam beberapa kasus darurat, kartu ini bisa membantu petugas dalam proses identifikasi atau penanganan cepat terhadap jamaah yang tersesat atau mengalami kendala kesehatan.
Baca Juga: Prabowo Hadir di KTT BIMP–EAGA Kuala Lumpur, Dorong Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga dan membawa kartu Nusuk ke mana pun mereka pergi.
Petugas kloter juga diminta aktif memastikan bahwa anggotanya telah menerima kartu tersebut dan memahami fungsinya.
Baca Juga: Pegawai Kejaksaan Jadi Korban Pembacokan di Depok, Jaksa Agung Turun Tangan
Dengan sebagian besar jamaah sudah berada di Mekkah dan proses distribusi kartu Nusuk hampir rampung, fokus berikutnya adalah memastikan kesiapan menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pemerintah Indonesia berharap proses ibadah tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat melaksanakannya dengan nyaman dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








