BREAKING: Ribuan Buruh Kepung Istana! Tuntut Pemerintah Hentikan Badai PHK Nasional.

AKURAT BANTEN – Alarm merah berbunyi bagi masa depan pekerja Indonesia! Ribuan buruh dari berbagai penjuru negeri siap menggebrak Jakarta pada Minggu, 1 Juni 2025.
Dengan target massa mencapai 10.000 orang, mereka akan menggelar aksi nasional di depan Istana Merdeka, menyuarakan jeritan hati jutaan pekerja yang kini dihantui momok Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Gelombang Merah Putih dari Banten hingga Jawa Tengah
Persiapan aksi ini bukan main-main. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, mengungkapkan setidaknya 103 bus pengangkut massa sudah terdata, berbondong-bondong datang dari Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.
Baca Juga: Anti Ngelag! Ini 5 HP RAM 12 GB Premium Harga 3 Jutaan, Wajib Kamu Punya!
Tak ketinggalan, ribuan pengendara motor dari kawasan Jabodetabek juga akan bergabung, menciptakan gelombang merah putih yang akan memadati jantung ibu kota.
"Sampai tadi pagi massa yang akan dikerahkan ada 8.000, target kami sampai hari H akan mencapai 10.000 pada aksi unjuk rasa di Istana Negara," tegas Ristadi dalam konferensi pers hari ini.
Angka ini menunjukkan keseriusan dan urgensi masalah PHK yang kian meresahkan.
Baca Juga: Kabar Gembira Buat Warga Jakarta, PBB-P2 Tahun Ini Dibebaskan 100 Persen
10.000 Suara untuk Perlindungan Pekerja: Tuntutan Kunci Para Buruh
Aksi long march dari Gambir menuju Istana Merdeka ini bukan sekadar unjuk kekuatan. Para buruh membawa serangkaian tuntutan krusial yang harus segera dijawab pemerintah.
Inilah poin-poin utama yang akan mereka suarakan:
* Basmi Impor Ilegal & Hukum Pelakunya! Buruh meminta pemerintah menindak tegas praktik ilegal impor yang merugikan industri dalam negeri.
Baca Juga: Shopee Seller Wajib Tahu! 7 Strategi Digital Marketing yang Terbukti Ampuh
• Perketat Aturan Impor: Lindungi Industri Lokal! Mendesak revisi segera Permendag No. 8/2024, sesuai janji Presiden Prabowo dalam forum sarasehan ekonomi nasional, demi melindungi keberlangsungan industri domestik.
• Cegah PHK Meluas & Lindungi Korban! Tuntut tindakan antisipatif untuk mencegah PHK yang kian meluas, memastikan korban PHK menerima haknya sesuai aturan, dan membuka kembali pintu kesempatan kerja bagi mereka.
• Wujudkan Kebijakan Pro-Industri & Pro-Pekerja! Meminta pemerintah mewujudkan kebijakan yang melindungi industri dalam negeri, sekaligus menjaga kelangsungan kerja para buruh, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi jutaan penganggur.
Baca Juga: Cuan dari Konten! Panduan Mudah Join Affiliate TikTok untuk Pemula yang Ingin Dapat Uang Tambahan
• Tingkatkan Pengawasan & Penegakan Hukum! Meminta pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang tegas untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi dan praktik curang tidak merajalela.
Data PHK: Fakta di Lapangan Lebih Mencengangkan?
Ristadi mengungkapkan bahwa data PHK yang beredar saat ini mungkin jauh dari kenyataan pahit di lapangan.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 26.455 kasus hingga Mei 2025. Namun, KSPN mencatat angka yang jauh lebih tinggi, yaitu 61.351 kasus, sementara APINDO mencatat 73.992 kasus hanya dari Januari hingga Maret.
Baca Juga: Momen Bersejarah di Magelang: Prabowo dan Macron Naik Maung Tinjau Pasukan Akmil
"Fakta di lapangan banyak perusahaan yang tidak mau melaporkan atau dipublikasi terjadi PHK di perusahaannya, dengan alasan untuk menjaga trust perbankan, buyer, dan citra bisnisnya," ungkap Ristadi.
"Dengan demikian, kami berani simpulkan bahwa jumlah PHK riil di lapangan lebih besar dari data PHK yang sudah terpublikasi di atas."
Pernyataan ini mengindikasikan adanya gunung es PHK yang tersembunyi, yang jika tidak segera ditangani, dapat memicu krisis sosial dan ekonomi yang lebih besar.
Baca Juga: Macron Kunjungi Borobudur, Gubernur Jateng Yakin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Akan Melejit
Apa Selanjutnya? Suara Buruh Menanti Jawaban Istana
Aksi 1 Juni 2025 ini menjadi penanda krusial. Ribuan buruh akan berdiri di garis depan, menuntut keadilan dan perlindungan atas hak-hak mereka.
Akankah suara mereka didengar? Akankah Istana memberikan respons konkret terhadap krisis PHK yang semakin mendalam?
Baca Juga: Jualan Laris di Shopee? Begini Cara Mudah Memulainya dari Nol
Semua mata akan tertuju ke Istana Merdeka pada Minggu besok.
Ini bukan hanya tentang angka-angka PHK, tapi tentang nasib jutaan keluarga Indonesia yang bergantung pada pekerjaan dan masa depan yang lebih pasti (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






