Pemprov Jabar Bantu Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda, Biaya Pendidikan Anak Ditanggung

AKURAT BANTEN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian khusus kepada para keluarga korban longsor di area tambang batu alam Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Tragedi yang terjadi pada Jumat pagi, 30 Mei 2025, itu telah merenggut sedikitnya 14 nyawa, serta menyebabkan sejumlah korban luka dan delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Siapa Ajeng Kamaratih? MC Viral yang Bikin Heboh Usai Dicium Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menyampaikan komitmennya untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan santunan serta memastikan pendidikan anak-anak korban tetap berjalan tanpa hambatan.
"Anak-anaknya akan kami tanggung biaya sekolahnya sampai lulus SMA. Kalau perlu, kami bantu juga sampai perguruan tinggi," ucap Dedi saat meninjau lokasi kejadian pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Menurut Dedi, mayoritas korban merupakan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu untuk turun tangan, tidak hanya dalam hal bantuan finansial sementara, tetapi juga untuk menjamin keberlanjutan kehidupan keluarga yang terdampak.
Baca Juga: PSI Tolak Wacana Pramono yang Ingin Bangun Pulau Kucing di Kepulauan Seribu
"Untuk pemulihan sosial, kami siap. Yang penting mereka bisa kembali bangkit dan hidup normal lagi," tambahnya.
Meski pemerintah provinsi siap menanggung beban sosial, Dedi juga menegaskan bahwa pihak pengelola tambang tidak bisa lepas tangan. Ia meminta agar para pengusaha tambang di wilayah tersebut ikut bertanggung jawab atas musibah yang terjadi.
Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di AS, Picu Kewaspadaan Jelang Musim Gugur
"Para pengelola harus segera ambil bagian dalam menangani keluarga korban. Mereka sudah untung banyak dari menambang di sini, sekarang saatnya menunjukkan kepedulian," tegasnya.
Sementara itu, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih berupaya mencari korban yang tertimbun. Kondisi medan yang curam dan material longsoran yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Baca Juga: Gaji ke-13 Cair Juni 2025, ASN dan Pensiunan Bisa Bernapas Lebih Lega Jelang Tahun Ajaran Baru
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan di kawasan tambang rakyat. Warga sekitar berharap kejadian tragis ini bisa menjadi evaluasi besar-besaran terhadap izin dan pengawasan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








