HEBOH! Website Diskominfo Jatim Diretas, Muncul Tuntutan 'Copot dan Penjarakan Khofifah': Ada Kaitan dengan Panggilan KPK?

AKURAT BANTEN – Dunia digital Jawa Timur digegerkan dengan insiden serius. Website resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Yang lebih mengejutkan, peretasan ini menyisakan jejak provokatif: sebuah artikel dengan judul lantang "Copot jabatan dan penjarakan Khofifah" sempat muncul di website tersebut.
Meski link menuju artikel tersebut sudah tidak bisa diakses saat ini, Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, telah membenarkan insiden ini.
"Saat ini sedang proses tracing. Website kami di-hack," ujar Sherlita saat dikonfirmasi pada Rabu (25/6/2025).
Insiden peretasan ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Polisi Bongkar Markas Judi Online Bermodus Higgs Domino di Pekanbaru, Omzet Tembus Rp3,6 Miliar
Diketahui, Khofifah baru-baru ini mendapat panggilan pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2019-2022.
Namun, Khofifah tidak memenuhi panggilan KPK tersebut. Pihak KPK menyebut Khofifah absen karena ada kegiatan lain, dan akan menjadwalkan pemeriksaan ulang.
Ternyata, Gubernur Khofifah saat itu sedang mengambil cuti untuk menghadiri wisuda anaknya yang kuliah di Peking University, China.
Hingga kini, KPK belum membeberkan kapan jadwal pemeriksaan ulang terhadap Khofifah akan dilakukan.
Terkait kemunculan artikel yang secara eksplisit menuntut pencopotan dan pemenjaraan Gubernur Khofifah di website Diskominfo Jatim, pihak dinas memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh.
Peretasan ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan publik. Apakah ada kaitan antara peretasan ini dengan panggilan KPK terhadap Gubernur Khofifah?
Atau apakah ini murni tindakan hacker yang ingin menarik perhatian dengan isu yang sedang hangat?
Pihak Diskominfo Jatim terus berupaya memulihkan website mereka dan melakukan investigasi mendalam untuk melacak pelaku di balik peretasan ini.
Publik menanti hasil penyelidikan untuk mengungkap motif dan siapa dalang di balik serangan siber yang mencengangkan ini (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










