Miris! Lumpuh Usai Jalani Operasi Caesar, Walkot Turun Tangan atas Dugaan Malapraktik di RSUD Kota Bekasi

AKURAT BANTEN - Kisah Ratih Raynada, seorang ibu berusia 30 tahun dari Bekasi yang kini mengalami kelumpuhan total pasca-operasi caesar di RSUD Kota Bekasi, telah mengguncang hati masyarakat.
Kasus yang diduga melibatkan malpraktik medis ini menjadi sorotan publik, mendorong Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk turun langsung mengusut permasalahan ini.
Publik menanti kejelasan, sementara keluarga Ratih terus berjuang mencari jawaban atas kondisi tragis yang menimpa ibu muda tersebut.
Baca Juga: Premanisme Ganggu Proyek Asing di Cilegon, 7 Pelaku Aksi Sweeping Ditangkap Polda Banten
Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi tidak akan tinggal diam.
“Saya sudah terjun langsung ke RSUD untuk mendalami kasus ini. Kami sudah bertemu dengan pihak rumah sakit, dan saya minta laporan lengkap soal apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya saat ditemui wartawan di Bekasi, Senin (30/6/2025).
Ia juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengevaluasi prosedur medis yang diterapkan pada Ratih, demi memastikan apakah ada kelalaian atau tidak dalam penanganan pasien.
Baca Juga: Usai Banjir Lumpuhkan Tol Jakarta-Merak, DPRD Soroti Proyek Exit Tol dan Perumahan Baru
Menurut Tri, investigasi awal menunjukkan bahwa prosedur operasi caesar yang dilakukan pada Ratih telah sesuai dengan standar medis. Namun, ia menyoroti adanya kelemahan dalam komunikasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.
“Komunikasi itu kuncinya. Keluarga perlu tahu setiap langkah pengobatan dengan jelas, agar tidak ada ruang untuk salah paham. Kalau ada kesalahan, harus diakui dengan jujur. Kalau tidak, ya jelaskan secara transparan,” tegasnya.
Tri juga meminta RSUD memberikan perawatan rehabilitasi terbaik untuk membantu pemulihan Ratih.
Baca Juga: Usai Banjir Lumpuhkan Tol Jakarta-Merak, DPRD Soroti Proyek Exit Tol dan Perumahan Baru
Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi, membantah keras tuduhan malpraktik. Ia menegaskan bahwa tim medis telah bekerja sesuai prosedur dan tidak menemukan pelanggaran etik dalam penanganan Ratih.
“Operasi caesar dilakukan sesuai standar. Pasien baru kembali ke kami pada Desember 2024, tiga bulan setelah operasi, tanpa ada keluhan yang dilaporkan sebelumnya,” ungkap Kusnanto.
Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit sedang mengumpulkan semua data medis, termasuk catatan dokter yang menangani, untuk memberikan penjelasan resmi dalam waktu dekat.
Namun, pernyataan Kusnanto menuai reaksi dari keluarga Ratih. Mereka merasa pihak rumah sakit kurang responsif sejak awal. Ayah Ratih, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kecewa dengan sikap rumah sakit yang dinilainya tidak cukup empati.
“Kami cuma ingin kejelasan dan anak saya bisa sembuh. Tapi respons mereka terasa dingin, seolah kami yang terlalu berharap,” katanya dengan nada sedih.
Kusnanto sendiri menyebut ekspektasi keluarga yang menginginkan kesembuhan total sulit dipenuhi, seraya menegaskan bahwa tim medis telah berupaya maksimal sesuai kapasitas.
Kasus ini telah memicu diskusi luas di masyarakat Bekasi, terutama di media sosial, di mana banyak warga menuntut transparansi dan keadilan bagi Ratih. Pemerintah Kota Bekasi berjanji akan terus mengawal kasus ini, termasuk memastikan pendampingan psikologis dan fisik bagi Ratih.
Tri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu hasil investigasi lengkap.
Baca Juga: Bangunan Baru Pasar Anyar Kota Tangerang, Proyek Ratusan Miliar Rupiah Bocor Sebelum Digunakan
“Kami ingin pastikan keadilan ditegakkan, tapi juga harus berdasarkan fakta. Yang terpenting, Ratih harus mendapat perawatan terbaik untuk pemulihannya,” tutupnya, menegaskan komitmennya untuk mendampingi keluarga dalam menghadapi cobaan berat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026




