Pendidikan Pancasila Bakal Masuk Ujian Nasional Lagi? Ini Langkah BPIP untuk Menghidupkan Kembali Nilai Luhur Bangsa

AKURAT BANTEN - Wacana untuk mengembalikan Pancasila sebagai mata ujian nasional mulai digulirkan lagi. Kali ini datang dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang tengah menyiapkan langkah serius agar nilai-nilai dasar negara itu kembali menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan formal di Indonesia.
Baca Juga: Polemik Korupsi Impor Gula, Sidang Vonis Tom Lembong Dibacakan Hari Ini
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyebut pihaknya akan segera mengusulkan secara resmi kepada Menteri Pendidikan, khususnya yang membidangi pendidikan dasar dan menengah, agar Pancasila bisa dimasukkan kembali sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional.
“Ini bagian dari upaya kami untuk menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila seperti dulu,” ujar Yudian dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI yang digelar secara daring pada Kamis (17/7).
Menurut Yudian, langkah ini tidak dilakukan secara sembarangan. BPIP telah menyusun dan menerbitkan 24 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Ideologi Pancasila yang akan digunakan sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar. Buku tersebut terbagi dua, masing-masing 12 buku untuk siswa dan 12 untuk guru.
Baca Juga: Menteri Pertanian Beberkan Ada Pejabat Kementan yang DPO di Tengah Rapat DPR, Ini Inisialnya
Materi ajar tersebut dirancang untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Harapannya, pendidikan Pancasila bisa ditanamkan sejak dini dan dibawa terus hingga anak-anak menjadi dewasa, agar nilai-nilai kebangsaan tidak luntur di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: PSSI Pecat Satoru Mochizuki Bukan Cuma Kasus Timnas Putri Gagal Lolos Piala Asia 2026?
Bukan tanpa alasan BPIP mendorong hal ini. Di tengah derasnya arus globalisasi dan derasnya informasi yang beredar di media sosial, anak-anak muda dinilai semakin jauh dari nilai-nilai dasar kebangsaan. Pancasila sebagai ideologi negara dirasa perlu ditanamkan kembali secara sistematis lewat jalur pendidikan.
Dengan adanya BTU, diharapkan para guru juga memiliki panduan yang jelas dan tidak sekadar mengajarkan hafalan semata. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, hingga cinta tanah air bisa dikemas lebih kontekstual dan relevan dengan situasi kehidupan siswa saat ini.
Meski belum dipastikan kapan kebijakan ini akan diterapkan, BPIP memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kemendikbudristek agar wacana ini bisa masuk ke dalam kurikulum nasional dan menjadi bagian dari sistem evaluasi pendidikan, termasuk sebagai ujian nasional di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”







