Aksi Jambret di Tambora Gegerkan Warga, Polisi Intensif Lacak Pelaku Bermotor Misterius

Akurat Banten - Aksi penjambretan kembali meresahkan warga ibu kota.
Kali ini seorang wanita di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, menjadi korban setelah kalung emas yang dipakainya dirampas oleh pria tak dikenal.
Peristiwa itu berlangsung di Jalan Siaga II, RT 10 RW 04.
Seorang pria dengan ciri khas jaket hitam, celana pendek putih, serta topi berwarna hitam-putih terlihat datang dari arah berlawanan, lalu dengan cepat menarik kalung emas milik korban.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara, membenarkan insiden tersebut.
"Kasus itu masih kita selidiki, pelaku sedang kita buru juga," ujarnya.
Menurut Sudrajat, pihak kepolisian menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi kendaraan pelaku.
Dari rekaman CCTV yang diperoleh, nomor pelat sepeda motor tampak sengaja dibuat buram.
"Jadi cukup kesulitan juga, tapi tetap kita upayakan," jelasnya.
Baca Juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Serang Terima Remisi HUT RI ke-80
Menariknya, meski telah terjadi aksi kriminal, korban hingga kini belum membuat laporan resmi ke pihak berwajib.
Saat petugas mendatangi kediamannya, rumah korban dalam keadaan sepi.
"Korban sampai sekarang juga belum bikin laporan polisi," tambah Sudrajat.
Kendati begitu, polisi tetap berkomitmen mengejar pelaku dan meminta dukungan masyarakat.
Sudrajat mengimbau warga agar tidak segan melapor bila memiliki informasi tambahan mengenai identitas maupun keberadaan pelaku.
"Jadi kalau ada info apapun soal kejadian itu atau pelaku, silahkan laporkan ke kita di Polsek Tambora," katanya.
Kronologi kejadian juga sempat diunggah di media sosial.
Video itu memperlihatkan bagaimana pelaku dengan tenang mendekati korban, kemudian merampas kalung emas tanpa memberi kesempatan bagi korban untuk melawan.
Baca Juga: Meriah! Jakarta Gelar Pesta Rakjat dan Karnaval Kemerdekaan di Monas untuk Rayakan HUT RI ke-80
Awalnya, korban tampak tidak menyadari barang berharganya raib.
Ia baru mengetahui setelah meraba lehernya dan mendapati kalung emas sudah tidak ada.
Saat kesadaran itu muncul, pelaku sudah lebih dulu melarikan diri dan meninggalkan lokasi.
Aksi nekat tersebut sontak menuai perhatian warganet.
Banyak komentar yang mengecam tindakan pelaku sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berada di jalanan.
Fenomena kejahatan jalanan seperti ini memang kerap menghantui masyarakat perkotaan, terutama di kawasan padat penduduk.
Polisi pun terus menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, baik dalam meningkatkan kewaspadaan pribadi maupun membantu aparat dengan informasi yang akurat.
Hingga saat ini, proses pengejaran masih berlangsung.
Aparat Polsek Tambora menegaskan tidak akan berhenti sampai pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










