Kebijakan Bank Mandiri Dianggap Tidak Manusiawi, Warga: Walau Sakit Penerima Bansos Harus Dibopong Kelokasi

AKURAT BANTEN - Kebijakan Bank Mandiri terkait prosedur bagi penerima Bantuan Sosial (Bansos) dianggap tidak manusiawi, usai insiden seorang ibu hamil melahirkan di lokasi pengambilan bansos di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Menurut pengakuan warga sekitar kepada Akurat Banten, Edi Santoso, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan pihak bank justru menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau sedang sakit.
"Bahkan orang sakit pun yang mendapatkan bantuan harus datang, dibopong ke lokasi untuk mengambil bansos. Kebijakan ini diatur pihak Bank Mandiri. Saya sangat menyesalkan adanya insiden KPM PKH dan BPNT yang kontraksi di lokasi, bahkan ada yang sampai kehilangan kesadaran," ujar Edi.
Setelah marak diunggah diplatform Media Sosial (Medsos) dan dibahas Warganet, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos).
"Saya sangat menyayangkan kalau hal tersebut benar terjadi. Nanti kita akan evaluasi terkait penyaluran bansos supaya hal serupa tidak terjadi kembali," ujar Iing kepada banten.akurat.co, Selasa (26/8/25).
Ia menilai, kelompok rentan seperti lanjut usia, warga dengan kondisi sakit, hingga ibu hamil besar, seharusnya tidak dipaksakan datang ke lokasi pencairan.
Menurutnya, pihak penyalur bisa mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima manfaat.
"Harusnya bagi lansia atau yang tidak sehat, termasuk yang sedang hamil besar, bisa diantar langsung ke rumah masing-masing oleh pihak penyalur, tidak mesti dipaksakan datang ke lokasi," jelasnya.
Iin menegaskan, tujuan utama bansos adalah membantu masyarakat, sehingga distribusi harus dilakukan dengan cara yang lebih memperhatikan aspek kemanusiaan.
Baca Juga: Pelajar SMK Kota Serang Diduga Kena Hantaman Helm Polisi, Kini Kondisi VAC Masih Koma di RSUD Banten
"Yang terpenting bantuan tersebut bisa tepat sasaran diterima oleh masyarakat selaku penerima manfaat," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilaporkan melahirkan di lokasi penyaluran bantuan sosial di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.
Peristiwa itu terjadi saat yang bersangkutan mengalami kontraksi ketika mengantre bansos, Minggu (25/8/2025). (*******)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










