Gebrakan Akhir Tahun! Bapenda Pandeglang 'Jemput Bola' dan Gandeng Kejaksaan Kejar Tunggakan Pajak, PBB Jadi Sorotan Utama

AKURAT BANTEN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang mengambil langkah agresif di penghujung tahun 2025.
Dengan target realisasi pajak daerah yang belum tercapai, Bapenda kini 'turun gunung' dengan strategi penagihan langsung dan melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang untuk menindak tegas Wajib Pajak (WP) yang membandel.
Kepala Bapenda Pandeglang, Ramadani, mengakui bahwa pihaknya sedang berpacu dengan waktu sebelum tutup tahun.
Fokus utama saat ini adalah menginventarisasi dan mendatangi langsung WP yang masih menunggak kewajibannya.
"Kita lakukan door to door langsung. Kita inventarisir semua wajib pajak yang belum membayar kewajibannya. Kita datangi, kalau ada kontak person-nya bisa kita telepon," tegas Ramadani pada Minggu (14/12/2025).
Baca Juga: Geger! Kasus Pelecehan Bocah SMP di Pemalang: Damai Rp100 Juta dan Sorotan Tajam Keterlibatan Kades
Strategi 'Tangan Besi': Kejaksaan Dilibatkan untuk WP Bandel
Langkah paling tajam yang diambil Bapenda adalah melibatkan aparat hukum.
Untuk WP yang tidak kooperatif, Bapenda resmi memberikan Surat Kuasa Khusus kepada Tim Jaksa dari Kejari Pandeglang sebagai Pengacara Negara.
"Kita limpahkan ke Kejaksaan. Kita buat surat kuasa khusus agar tim dari Kejaksaan bisa memanggil WP yang bandel. Bila perlu, kita dampingi turun langsung door to door ke wajib pajak," jelasnya.
Ramadani menyebut, sebagian besar WP di Pandeglang masih bersikap kooperatif.
Namun, ia tidak segan mengungkap salah satu WP yang penanganannya sudah dilimpahkan karena dianggap kurang patuh.
"Ada beberapa WP yang agak bandel, salah satunya rumah makan Indra Seafood. Itu sudah beberapa kali kita tegur, sehingga kita limpahkan ke Kejaksaan," pungkas Ramadani.
PBB Realisasi Terendah, Jenis Pajak Lain 'Aman'
Dari semua jenis pajak daerah, Ramadani mengungkapkan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi pekerjaan rumah terbesar dengan realisasi terendah.
"Realisasi yang paling rendah itu PBB. Kalau yang lain on progress, rata-rata sudah di atas 80 persen," ujarnya, menekankan bahwa jenis pajak lain sudah menunjukkan capaian yang cukup baik.
Ancaman BAP Bagi Desa dan Kelurahan 'Merah' PBB
Tidak hanya menindak WP, Bapenda juga menerapkan sanksi tegas untuk tingkat pemerintahan di bawahnya.
Desa dan Kelurahan yang realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)-nya masih di bawah 70 persen akan dikenakan tindakan pemeriksaan.
"Kami sudah sepakat dan telah menginformasikan kepada para camat. Desa dan kelurahan yang realisasi PBB-P2-nya masih di bawah 70 persen akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," kata Ramadani.
Batas akhir pencapaian target PBB-P2 ditetapkan hingga 31 Desember 2025. Inspektorat pun sudah disiapkan untuk melakukan audit.
"Secara teknis, kami ingin mengetahui apa saja kendala dan permasalahan di lapangan, tentunya jika disampaikan secara jujur," tambahnya.
Blokir Potensi Kebocoran PAD: Transaksi Non-Tunai Didorong
Ramadani menyoroti bahwa pengelolaan PBB-P2 di tingkat desa berpotensi menjadi "rawan kebocoran" Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika tidak diawasi secara ketat oleh Bapenda.
Kebocoran ini seringkali disebabkan oleh oknum petugas pemungut.
"Risikonya, uang tunai dibawa petugas, terpakai di perjalanan, dan akhirnya tidak disetorkan.
Hal-hal seperti itu yang ingin kami antisipasi," jelasnya.
Untuk menutup celah ini, Bapenda mendorong agar seluruh transaksi pembayaran PBB-P2 dilakukan secara non-tunai demi transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








