Dua Pejabat PT LKM Pandeglang Berkah Jadi Tersangka, Kejari Ungkap Kerugian Negara Nyaris Rp1 Miliar

AKURAT BANTEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang resmi menahan dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pandeglang Berkah.
Kedua tersangka masing-masing berinisial AS, mantan Direktur PT LKM yang juga pensiunan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Pandeglang, serta R pegawai perusahaan tersebut.
Usai penetapan status tersangka, keduanya langsung digelandang ke Rumah Tahanan Kelas IIB Pandeglang.
Baca Juga: Aksi Berbahaya Dua Turis Inggris di Labuan Bajo Berujung Teguran Keras Imigrasi
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pandeglang, Wildai Hapit, mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-03/M.6.13/Fd.1/05/2025 tertanggal 23 Mei 2025.
"Penahanan dari tanggal 4 Desember. Kita tahan selama 20 hari di rutan. Nanti kalau memang masih proses pengembangan atau proses pendalaman belum selesai kita perpanjang biasanya," ujar Wildan, Sabtu (13/12/2025) saat di hubungi melalui sambungan telepon.
Dalam perkara ini, penyidik menemukan adanya penyimpangan serius dalam pengelolaan keuangan PT LKM Pandeglang Berkah selama kurun waktu 2021 hingga 2024.
Berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara (LHAPKN) Inspektorat Kabupaten Pandeglang, kerugian negara tercatat mencapai Rp938.405.647.
Wildan menjelaskan, permasalahan keuangan di tubuh perusahaan sebenarnya telah terjadi dan berdampak pada terganggunya operasional.
Namun, kondisi tersebut justru ditutupi dengan rekayasa laporan keuangan yang terus berulang selama empat tahun.
"Laporan keuangan dibuat seolah-olah perusahaan berjalan normal, padahal secara faktual mengalami masalah keuangan," katanya.
Selain menetapkan dua tersangka, kata Wildan, Kejari Pandeglang juga masih menelusuri aliran dana serta penggunaan uang hasil dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
"Penyidik masih mendalami kemana saja dana itu mengalir dan digunakan untuk apa," jelas Wildan.
Tak menutup kemungkinan, lanjut dia, jumlah tersangka dalam perkara ini dapat bertambah seiring pendalaman penyidikan yang masih berlangsung.
"Masih, masih bisa kalau kita menemukan fakta-fakta Kita menemukan petunjuk-petunjuk Alat bukti," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










