Jembatan Keramatjaya Ambruk, Pemkab Pandeglang Akui Tak Mampu Tangani Kerusakan

AKURAT BANTEN - Ambruknya Jembatan Keramatjaya di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, menutup total akses transportasi antara tiga desa Cibadak, Tugu, dan Rancapinang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menyatakan tidak memiliki anggaran untuk menangani kondisi darurat jembatan sepanjang 16 meter dan lebar 5 meter tersebut.
Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengakui minimnya kemampuan keuangan daerah membuat Pemkab tak mampu melakukan penanganan cepat.
"Kondisi (keuangan) di Pandeglang sedikit pendanaan. Kita sudah koordinasi dengan PUPR provinsi, insyaallah mudah-mudahan tidak lama pasang jembatan sementara, mudah-mudahan mereka berkenan karena memang akses utama," kata Andrian, Senin, 8 Desember 2025 kepad wartawan.
Baca Juga: Tidak Bisa Berkutik, Owner WO Ayu Puspita Akhirnya Ditangkap Polisi, Korban Rugi Miliaran
Jembatan yang ambruk itu merupakan satu-satunya jalur penghubung yang digunakan warga untuk sekolah, bekerja, serta membawa hasil pertanian.
Karena saat ini kondisinya ambruk, aktivitas warga setengah lumpuh katena biaya transportasi diduga melonjak, dan warga terpaksa menempuh rute memutar jauh.
"Jembatan itu vital karena memang akses utama satu-satunya," tegas Andrian.
Baca Juga: Paket MBG di SDN Peninggalan Tuai Sorotan, Distribusi Dinilai Asal-Asalan
Andrian mengatakan, Pemkab Pandeglang sejauh ini baru menyelesaikan dokumen perencanaan perbaikan, yang kemudian akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Banten maupun Kementerian PUPR untuk mendapat dukungan anggaran.
"Jadi kita sudah dibuat dokumen perencanaan, mudah-mudahan akhir tahun ini dokumen perencanaan selesai disusun. Ini bagian dari usulan, mudah-mudahan kalau kita usaha bisa ke kementerian atau ke Pemprov Banten, mudah-mudahan bisa dibantu untuk pekerjaan konstruksinya karena memang biaya cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, tim teknis DPUPR sudah dikerahkan ke lokasi guna memastikan kondisi struktur yang patah dan tidak lagi dapat digunakan.
Baca Juga: Dua Pemuda Koja Diciduk Usai Siksa Pria Berutang, Polisi Sebut Respons Cepat Jadi Kunci
"Sementara ini, tim ke lapangan untuk melihat jembatan yang patah," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









