Buntut Insiden Trantis Tabrak Ojol di Aksi Unjuk Rasa 28 Agustus, Sejumlah Organisasi Mahasiswa Kabupaten Tangerang Turun Geruduk Mabes Polri

AKURAT BANTEN - Sejumlah organisasi mahasiswa di Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kelompok Cipayung dipastikan bakal ikut aksi menggeruduk Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta pada Jumat (29/08/2025).
Aksi ini merupakan buntut dari insiden seorang ojek online bernama Affan Kurniawan yang terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (29/08/2025).
Ketua GMNI Kabupaten Tangerang, Endang Kurnia mengatakan, kelompoknya bakal menerjunkan sebanyak 80 kadernya untuk turun aksi di Mabes Polri.
"Sekitar 80 orang massa dari GMNI Kabupaten Tangerang," ujar Endang saat dikonfirmasi Senin.
"Kami tidak akan pernah tinggal diam ketika rakyat menjadi korban kekerasan negara. Gugurnya kawan Ojol adalah panggilan moral bagi kita semua untuk melawan praktik represif dan brutalitas aparat kepolisian," jelasnya.
Sementara itu, Ketua HMI Kabupaten Tangerang Akmal menjelaskan, pihaknya juga bakal turut serta dalam aksi di Mabes Polri tersebut.
Sebelum berangkat menuju titik aksi, demonstran bakal terlebih dahulu mengadakan sholat ghoib di halaman Universitas Insan Pembangunan Indonesia (Unipi) yang diperuntukkan bagi korban tewas dalam aksi sebelumnya.
"Kita akan solat ghoib terlebih dahulu di kampus Unipi," jelasnya.
Untuk titik aksi, kata Akmal, pihaknya juga bakal menyasar Mabes Polri untuk mendesak pengusutan tuntas kasus trantis yang melindas ojol tersebut.
Baca Juga: 37 Pelajar asal Kabupaten Tangerang Diamankan Polisi saat Berniat Turun Aksi 28 Agustus di DPR RI
Begitu pun dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tangerang. Melalui Ketuanya, Al Farizi, kelompok mahasiswa itu juga bakal mengadakan aksi serupa.
"Kita ikut turun aksi," singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Sebelumnya, Sebuah insiden memilukan terjadi saat demo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik aparat di tengah kericuhan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada keluarga besar ojek online (ojol) dan masyarakat luas atas insiden tragis yang merenggut nyawa driver ojol tersebut.
Baca Juga: 22 Unit SPPG Telah Beroperasi di Kabupaten Tangerang
“Tentunya saya meminta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan masyarakat atas musibah yang terjadi,” ujar Listyo Sigit di RSCM Jakarta Pusat.
Kadiv Propam Polri, Abdul Karim, memastikan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang diduga terlibat dalam insiden itu telah diamankan.
“Semua terduga pelaku sedang diperiksa gabungan oleh Divisi Propam Mabes Polri bersama Propam Korps Brimob Polri. Kendaraan rantis juga sudah diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya. .
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










