Banten

Kekerasan Berujung Maut: Komnas HAM Catat 10 Orang Tewas Saat Demo Akhir Agustus

Saeful Anwar | 3 September 2025, 07:12 WIB
Kekerasan Berujung Maut: Komnas HAM Catat 10 Orang Tewas Saat Demo Akhir Agustus

AKURAT BANTEN-Gelombang demonstrasi besar yang melanda berbagai daerah di Indonesia pada akhir Agustus 2025 menyisakan cerita kelam.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis data mengejutkan terkait dampak dari aksi-aksi tersebut, mengungkap fakta adanya korban jiwa dan luka-luka, serta dugaan kuat kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa, 2 September 2025, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan temuan-temuan awal yang mencengangkan.

"Sejauh ini tercatat setidaknya 10 orang korban meninggal dunia," ujar Anis, seraya menyebut nama-nama para korban yang tersebar dari Jakarta hingga Manokwari.

Kesepuluh korban yang dilaporkan meninggal dunia adalah Affan Kurniawan (Jakarta), Andika Lutfi Falah (Jakarta), Rheza Sendy Pratama (Yogyakarta), Sumari (Solo), Saiful Akbar (Makassar), Muhammad Akbar Basri (Makassar), Sarina Wati (Makassar), Rusdamdiansyah (Makassar), Iko Juliant Junior (Semarang), dan Septinus Sesa (Manokwari).

Baca Juga: Viral, Kampus UNMUL Digeruduk Polisi: Ditemukan Bom Molotov dan Bendera PKI, Ternyata...

Dugaan Kuat Pelanggaran HAM

Anis Hidayah menambahkan, Komnas HAM menduga kuat bahwa beberapa dari korban meninggal ini mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat. "Ini masih kami selidiki," tegasnya.

Selain korban jiwa, data Komnas HAM juga mencatat banyaknya korban lain yang terdampak.

Setidaknya 1.683 orang ditangkap dan ditahan dalam periode 25 Agustus hingga 1 September.

Di Bandung saja, tercatat 429 peserta aksi mengalami luka-luka, dan 46 di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Suara Buruh hingga Tokoh Agama Menggema di Istana, Prabowo Janjikan Aksi Nyata

Penangkapan Aktivis dan Peringatan Kritis

Situasi semakin memprihatinkan dengan adanya laporan penangkapan sewenang-wenang dan persekusi.

Komnas HAM secara khusus menyoroti penangkapan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, yang terjadi pada Senin, 1 September 2025, malam.

"Kami menyesalkan kepolisian juga melakukan penangkapan terhadap aktivis hak asasi manusia. Perkembangan ini tentu saja mengkhawatirkan dalam konteks yang nantinya dapat menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia," kata Anis.

Anis menyebut bahwa Komnas HAM akan terus melakukan investigasi mendalam, termasuk menyelidiki secara tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah ditabrak kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Bantuan Menyeluruh untuk Korban Kericuhan Demonstrasi

Untuk mengumpulkan data dan fakta secara menyeluruh, Komnas HAM telah membuka posko pengaduan sejak 29 Agustus 2025.

Hingga saat ini, sudah ada 28 aduan yang masuk, mayoritas terkait penangkapan sewenang-wenang oleh aparat.

Temuan-temuan Komnas HAM ini menjadi sorotan serius dan mendesak.

Sambil menunggu hasil penyelidikan yang lebih tuntas, data ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa di balik riuhnya suara-suara di jalanan, ada hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dihormati (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman