Ratusan Warga Kabupaten Tangerang Terinfeksi HIV AIDS, Dinkes Imbau Masyarakat Tak Diskriminatif

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengungkapkan data terbaru terkait penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya.
Hingga September 2025, tercatat ada 374 warga setempat yang positif terinfeksi virus tersebut. Jika digabung dengan tujuh pasien dari luar daerah yang ikut menjalani perawatan, jumlah totalnya mencapai 381 orang.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa mayoritas kasus terjadi akibat perilaku hubungan yang tidak sehat, meski ada juga yang tertular melalui hubungan wajar serta dari faktor lain seperti penggunaan jarum suntik dan transfusi darah. Sebagian besar penderita berada dalam rentang usia produktif hingga lanjut, yakni 25 hingga 60 tahun.
“Dari jumlah itu, kebanyakan memang karena hubungan yang tidak aman. Ada juga yang karena faktor lain, seperti darah. Semua pasien ini kita obati di rumah sakit dan puskesmas yang ada,” kata Hendra saat ditemui, Jumat (19/9/2025).
Meski jumlah kasus masih ratusan, tren penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang sebenarnya menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2024 lalu, tercatat ada 591 kasus, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari upaya skrining, edukasi, dan penanganan yang lebih terarah.
Saat ini, seluruh pasien yang tercatat masih menjalani pengobatan secara rutin. Hendra menegaskan, sampai saat ini tidak ada laporan pasien meninggal akibat HIV/AIDS di tahun 2025. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa pengobatan yang dijalankan sudah lebih efektif dalam menekan risiko komplikasi.
Namun, ia menekankan bahwa pengobatan medis bukanlah satu-satunya cara untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Peran masyarakat dalam memberikan dukungan sosial, menghapus stigma, dan tidak mendiskriminasi penderita juga sangat dibutuhkan.
“Untuk penanganan HIV/AIDS ini kita tidak bisa hanya mengandalkan obat-obatan. Butuh dukungan masyarakat, keluarga, juga lingkungan sekitar agar penderita tetap semangat menjalani pengobatan,” ujarnya.
Dalam rangka itu, Dinkes Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah tokoh masyarakat untuk mengkampanyekan sikap tidak diskriminatif terhadap penderita HIV/AIDS. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.
“Jadi sekarang kita dorong masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita HIV. Mereka butuh dukungan, bukan dijauhi,” tambah Hendra.
Data yang dimiliki Dinkes diperoleh melalui program skrining terhadap sekitar 4.000 orang di Kabupaten Tangerang. Skrining ini dilakukan bersama Tim Penanggulangan HIV/AIDS serta kelompok penjangkau yang aktif di lapangan. Dari sinilah angka 374 kasus teridentifikasi sepanjang tahun 2025.
Dengan upaya yang lebih masif, Dinkes berharap jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang bisa terus ditekan di tahun-tahun mendatang.
Lebih dari itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan dini, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat membuka jalan bagi penularan virus ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










