Banten

THR ASN 2026 Belum Jelas, Pemkot Malang Tunggu Keputusan Pusat Soal Jadwal dan Besaran

Riski Endah Setyawati | 23 Februari 2026, 05:45 WIB
THR ASN 2026 Belum Jelas, Pemkot Malang Tunggu Keputusan Pusat Soal Jadwal dan Besaran

Akurat Banten - Pemerintah Kota Malang di Jawa Timur hingga kini masih belum dapat memastikan kapan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 untuk Aparatur Sipil Negara akan dicairkan.

Kepastian tersebut masih bergantung pada regulasi serta keputusan dari pemerintah pusat yang hingga saat ini belum diumumkan secara resmi.

ASN sendiri mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga PPPK paruh waktu yang bersifat sementara sebelum diangkat menjadi pegawai penuh waktu tanpa melalui tes ulang.

Pihak Pemkot Malang menegaskan bahwa mereka belum bisa mengambil langkah lebih lanjut sebelum adanya arahan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Hal ini dikarenakan kebijakan pencairan THR, baik dari sisi jadwal maupun nominal, sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Jika anggaran belum ditetapkan di tingkat pusat, maka pemerintah daerah tidak memiliki dasar untuk menyalurkan dana tersebut kepada para ASN.

Selain jadwal, besaran THR yang diterima setiap ASN juga tidak bisa ditentukan secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Nilai tunjangan tersebut akan disesuaikan dengan golongan masing-masing ASN sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca Juga: Kantor BPJS Kesehatan Denpasar Dirusak OTK, Diduga Terkait Polemik Penonaktifan PBI JKN

Di sisi lain, adanya penambahan jumlah PPPK juga turut menjadi perhatian dalam pengelolaan anggaran daerah.

"Kemarin penambahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dan disorot oleh pusat (karena) kami menambah anggaran belanja pegawai," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pegawai berdampak pada besarnya kebutuhan anggaran belanja pegawai di daerah.

Meski begitu, harapan terkait pencairan THR tetap disampaikan oleh pihak Pemkot Malang.

Mereka menilai bahwa jika THR dapat dicairkan pada awal Ramadan, maka hal tersebut akan sangat membantu para ASN.

Menurut mereka, pencairan lebih awal memberikan waktu yang cukup bagi ASN untuk mempersiapkan kebutuhan Hari Raya Idulfitri.

"Supaya ASN bisa memanfaatkan memenuhi kebutuhan untuk Hari Raya Idulfitri, supaya tidak mepet juga," ujarnya.

Dengan pencairan yang tidak terlalu dekat dengan hari libur Lebaran, ASN diharapkan dapat mengatur keuangan dengan lebih baik.

Di tingkat nasional, sinyal pencairan THR memang sudah mulai disampaikan oleh pemerintah pusat.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa THR tahun 2026 akan mulai disalurkan pada pekan pertama Ramadan.

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu, 18 Februari, sebagai bagian dari rencana pemerintah dalam mendukung kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.

Meski demikian, pemerintah pusat belum memberikan tanggal pasti terkait kapan pencairan tersebut akan dilakukan.

Informasi yang ada saat ini masih sebatas perkiraan waktu tanpa rincian jadwal yang spesifik.

Selain ASN, pencairan THR ini juga akan diberikan kepada prajurit TNI dan anggota Polri.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran dalam jumlah besar untuk mendukung kebijakan tersebut.

Total dana yang dialokasikan mencapai Rp55 triliun untuk seluruh penerima THR dari kalangan ASN, TNI, dan Polri.

Baca Juga: Lubang Jalan Renggut Nyawa, Tukang Ojek Malah Jadi Tersangka

Besarnya anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran.

Dengan adanya kepastian anggaran, diharapkan proses pencairan nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Namun demikian, pemerintah daerah seperti Pemkot Malang tetap harus menunggu aturan teknis yang lebih rinci sebelum melakukan penyaluran.

Kondisi ini membuat para ASN di daerah masih harus bersabar menanti kepastian jadwal pencairan THR tahun ini.

Meski belum ada tanggal resmi, harapan besar tetap muncul agar THR bisa cair lebih awal seperti yang direncanakan.

Jika terealisasi, kebijakan tersebut dinilai akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ASN sekaligus mendorong perputaran ekonomi di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.