Eks Dokter Kopassus Jadi Bos BPJS: Siapa Sebenarnya Mayjen dr. Prihati Pujowaskito?

AKURAT BANTEN – Gelombang perubahan besar melanda BPJS Kesehatan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk sosok yang tidak biasa untuk memimpin lembaga jaminan kesehatan nasional tersebut.
Ia adalah Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S.
Penunjukan ini langsung mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena latar belakang militernya, tetapi karena rekam jejaknya yang panjang di satuan paling elit TNI AD: Kopassus.
Lantas, siapa sebenarnya sosok jenderal bintang dua yang kini memegang kemudi BPJS Kesehatan ini?
1. Satu Dekade Bersama Korps Baret Merah
Nama dr. Prihati Pujowaskito tidak bisa dilepaskan dari Korps Baret Merah.
Ia menghabiskan waktu selama 10 tahun (1990-2000) bertugas sebagai dokter di Kopassus.
Menjadi dokter bagi prajurit elit tentu menuntut standar yang berbeda.
Di sanalah mentalitas disiplin baja, ketenangan dalam situasi krisis, dan kecepatan mengambil keputusan terbentuk.
Pengalaman "di lapangan" inilah yang diharapkan mampu dibawa ke dalam birokrasi BPJS Kesehatan yang sering kali dinilai kaku oleh masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Baru! Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Internasional di Gaza
2. Sang Pakar Jantung dengan Deretan Gelar Akademis
Jangan salah sangka, meski seorang perwira tinggi militer, dr. Prihati adalah seorang klinisi murni yang sangat terpelajar.
Ia merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP) lulusan Universitas Airlangga.
Daftar gelarnya mencerminkan kapasitas intelektual yang luar biasa:
Dokter Spesialis Jantung (Konsultan): Pakar dalam menangani kasus kardiovaskular rumit.
Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS): Memahami seluk-beluk operasional fasilitas kesehatan.
Doktor (S3) Hukum Kesehatan: Sebuah keahlian langka yang sangat krusial untuk menavigasi regulasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kompleks.
Baca Juga: Tragedi Jalur Maut Jalan Pattimura Batu: Truk Pakan Ternak Hilang Kendali, 1 Tewas Seketika
3. Rekam Jejak di "Rumah Sakit Kepresidenan"
Sebelum dilantik sebagai Dirut BPJS Kesehatan periode 2026-2031, dr. Prihati menduduki posisi-posisi kunci di RSPAD Gatot Soebroto—rumah sakit rujukan tertinggi TNI dan Kepresidenan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Jantung hingga Direktur Pengawasan Medik RSPAD.
Pengalaman manajerialnya semakin lengkap saat ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan).
4. Mengapa Sosoknya Sangat Penting Bagi BPJS?
Dipilihnya seorang mantan dokter Kopassus oleh Presiden Prabowo bukan tanpa alasan. BPJS
Kesehatan saat ini menghadapi tantangan besar: mulai dari isu defisit, pemerataan kualitas
layanan di daerah terpencil, hingga birokrasi klaim yang sering dikeluhkan RS.
Publik berharap "tangan dingin" sang jenderal jantung ini bisa melakukan pengawasan medik yang lebih ketat sekaligus memberikan empati dokter dalam setiap kebijakan yang diambil.
Mayjen dr. Prihati Pujowaskito bukan sekadar pejabat yang ditunjuk karena jabatan militernya. Ia adalah perpaduan antara integritas militer, keahlian medis, dan kedalaman ilmu hukum.
Kini, rakyat Indonesia menanti: mampukah sang Eks Dokter Kopassus ini menyembuhkan "penyakit" birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jutaan peserta BPJS? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







