24 Hari Tanpa Kabar, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Mitis Karanganyar

AKURAT BANTEN - Pendaki Bukit Mongkrang berinisial YAF (26) akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah lebih dari tiga pekan dinyatakan hilang. Jasad korban ditemukan di kawasan Sungai Mitis, wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa pagi, 10 Februari 2026.
Penemuan ini menutup rangkaian pencarian panjang yang penuh harap dan doa dari keluarga serta para relawan.
YAF sebelumnya dilaporkan tidak kembali saat mendaki Bukit Mongkrang di lereng Gunung Lawu bersama tiga rekannya pada Minggu, 18 Januari 2026. Sejak saat itu, berbagai upaya pencarian dilakukan di medan yang dikenal terjal dan rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB oleh relawan gabungan yang masih melakukan penyisiran secara mandiri di lapangan.
“Korban ditemukan pagi tadi sekitar pukul 08.45 WIB oleh relawan gabungan,” ujar Hendro saat ditemui di Tawangmangu.
Menurut Hendro, lokasi penemuan berada di sekitar aliran Sungai Mitis, area yang sebelumnya juga masuk dalam fokus pemantauan. Meski kondisi medan cukup sulit, jasad korban ditemukan dalam keadaan relatif utuh sehingga proses identifikasi dapat dilakukan dengan cepat.
Baca Juga: Kisruh Soal Pembatasan Akses Anak, Virgoun Ajak Inara Rusli Tempuh Jalur Mediasi
“Alhamdulillah, kondisi jasad masih utuh dan identitasnya masih bisa dikenali. Pakaiannya juga masih sama,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat beberapa barang yang diduga milik korban sempat berpindah akibat aliran air sungai. Sepatu dan kaus kaki korban dilaporkan tidak ditemukan di lokasi utama, kemungkinan terseret arus.
Baca Juga: Reza Arab Bantah Tudingan Manfaatkan Kematian Lula Lahfah demi Engagement, Begini Katanya
Menariknya, penemuan ini bukan hasil operasi SAR resmi. Hendro menjelaskan bahwa pencarian oleh tim SAR gabungan telah dihentikan pada 31 Januari 2026 setelah 13 hari upaya intensif tidak membuahkan hasil. Namun, sejumlah relawan memilih tetap melanjutkan pencarian secara swadaya.
“Ini hasil kerja teman-teman relawan yang masih terus bergerak dan memantau kondisi lapangan meski operasi resmi sudah ditutup,” kata Hendro.
Baca Juga: Kisah Pilu Pasien Cuci Darah Kelimpungan Akibat BPJS PBI Nonaktif, KPCDI Angkat Suara
Usai penemuan jasad, BPBD Karanganyar segera berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses evakuasi. Jenazah korban direncanakan dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke RSUD Karanganyar guna penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko pendakian di jalur pegunungan, khususnya di musim dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Aparat dan relawan kembali mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan diri dengan matang, mematuhi prosedur keselamatan, serta selalu melaporkan rencana pendakian kepada pihak berwenang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









