Banten

AKIBAT KEBAKARAN! Gudang Kimia Taman Tekno: Air Sungai Jalatreng Memutih, Ribuan Ikan Mati, dan Racun Kimia yang Mengintai Warga Tangsel

Abdurahman | 10 Februari 2026, 09:57 WIB
AKIBAT KEBAKARAN! Gudang Kimia Taman Tekno:  Air Sungai Jalatreng Memutih, Ribuan Ikan Mati, dan Racun Kimia yang Mengintai Warga Tangsel

 

AKURAT BANTEN– Apa yang dimulai sebagai kepulan asap hitam di langit Pergudangan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan pada Senin (9/2/2026) subuh, kini berubah menjadi mimpi buruk lingkungan bagi warga sekitar.

Kebakaran hebat yang melahap gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama ternyata menyisakan "racun" yang mengalir jauh melampaui sisa abu bangunan.

Hanya dalam hitungan jam setelah api berkobar, warga di sepanjang aliran Sungai Jalatreng dikejutkan dengan fenomena mengerikan:

air sungai yang biasanya kecokelatan tiba-tiba berubah warna menjadi putih susu pekat, berbusa, dan mengeluarkan aroma menyengat seperti bensin.

Baca Juga: Misteri Seprei Bunga: Fakta di Balik Video Viral '13 Menit 17 Detik' KKN Lombok Timur yang Menghebohkan Jagat Maya!

Kiamat Kecil di Ekosistem Sungai

Pemandangan di permukaan sungai sungguh memilukan.

Ratusan, bahkan mungkin ribuan ikan berbagai jenis—mulai dari nila hingga ikan sapu-sapu yang dikenal tangguh—ditemukan mati mengambang tak berdaya.

"Sekitar jam 05.00 WIB, ikan-ikan sudah pada mengambang. Jumlahnya banyak sekali," ujar AKP Dhady Arsya, Kapolsek Cisauk.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Proses pemadaman gudang kimia tersebut memerlukan penanganan khusus; petugas bahkan harus mengerahkan dua truk pasir karena air biasa tak mempan memadamkan api kimia.

Namun, residu pestisida cair dan serbuk tetap saja terlarut dan mengalir melalui gorong-gorong menuju Sungai Jalatreng yang bermuara ke Kali Angke.

Baca Juga: Ramadhan 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Berikut Ini!

Bahaya Mengintai: Jangan Konsumsi Ikan!

Pihak kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh masyarakat.

Meski terlihat banyak ikan yang "mabuk" dan mudah ditangkap, warga dilarang keras untuk mengambil apalagi mengonsumsinya.

Zat kimia insektisida yang mencemari air bersifat sangat beracun. Mengonsumsi ikan dari sungai yang terdampak bisa menyebabkan keracunan serius bagi manusia.

"Limbahnya sangat berbahaya, jangan dimanfaatkan untuk kebutuhan apa pun saat ini," tegas petugas di lapangan.

Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Tradisi Nyadran Sidoarjo: Sound Horeg 1 Ton Tenggelam ke Sungai, Warga Sempat Asyik Joget!

Dampak Panjang: Air Bersih Terganggu?

Efek domino dari kebakaran ini mulai terasa hingga ke hilir.

Kabarnya, kualitas air baku di Sungai Cisadane juga mengalami penurunan drastis akibat peningkatan polutan.

Hal ini memaksa penyedia layanan air bersih seperti PDAM Aetra Tangerang untuk melakukan penyesuaian operasional, yang berdampak pada terganggunya suplai air ke ribuan pelanggan sejak Senin pagi.

Baca Juga: Viral! Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Pertama Rp15 Ribu, Kok Bisa?

Apa Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, meski dugaan kuat mengarah pada arus pendek listrik (korsleting).

Kerugian materi ditaksir mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Namun, kerugian ekologis yang ditimbulkan—rusaknya ekosistem sungai dan hilangnya sumber daya air bersih—mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk pulih.

Tim DLH Tangsel telah mengambil sampel air di empat titik kritis untuk uji laboratorium.

Hasilnya diperkirakan baru akan keluar dalam 14 hari ke depan. Sementara itu, warga hanya bisa menatap nanar sungai yang kini sunyi tanpa kecipak ikan, menanti kapan aliran air mereka kembali normal.

Baca Juga: Mimpi Haji Murah Bukan Lagi Halu: Presiden Bongkar Rencana Besar Kampung Indonesia di Makkah!

Tips Untuk Pembaca di Wilayah Tangsel & Sekitarnya:

Hindari Kontak Langsung: Jangan berenang atau mencuci di aliran Sungai Jalatreng dan Kali Angke hingga ada pernyataan resmi air telah aman.

Waspada Gejala Keracunan: Jika Anda tidak sengaja terpapar air sungai dan mengalami mual, pusing, atau iritasi kulit, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Pantau Suplai Air: Pastikan Anda memiliki cadangan air bersih jika terjadi gangguan layanan PDAM di wilayah terdampak pencemaran (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman