Peringati HPSN, Pemkot Tangerang Ajak Masyarakat Tangani Sampah dari Hulu ke Hilir

AKURAT BANTEN - Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus rangkaian HUT ke-33 Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya penanganan sampah dari hulu hingga hilir.
Dalam kegiatan yang digelar saat Car Free Day di Tugu Adipura, Minggu (8/2/2026), Pemkot Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan di antaranya sedekah sampah, workshop pengolahan sampah, serta talkshow kebijakan pengelolaan sampah yang menghadirkan unsur pemerintah, komunitas, dan mitra pengelolaan lingkungan.
Talkshow yang mengangkat tema “Kolaborasi Bersama Jaga TPA Rawa Kucing” menekankan pentingnya peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah.
Baca Juga: 7 Ragam Tradisi Daerah dalam Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan
Selain itu, rangkaian HPSN juga diisi dengan pameran produk olahan hasil daur ulang, aktivitas bank sampah, serta partisipasi pelaku UMKM yang memanfaatkan prinsip ekonomi sirkular.
“Untuk mengatasi masalah sampah ini tidak bisa sendirian. Pelaksanaannya dari hulu ke hilir juga tidak bisa parsial. Oleh karenanya, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah,” ujar Walikota Tangerang, Sachrudin.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Tangerang juga menyalurkan bantuan armada pengangkutan sampah berupa truk dan gerobak ke wilayah-wilayah.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sunda Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan
"Hari ini kita berikan mobil armada pengangkut sampah dan gerobak sampah. Ini salah satu upaya untuk mengatasi persoalan sampah di lingkungan,” katanya.
DLH Fokus Pengurangan Sampah dari Sumber
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan kegiatan HPSN kali ini juga diisi dengan pemberian apresiasi kepadam Masyarakat dan sekolah.
“Hari ini kita berikan apresiasi lomba kebersihan antar RW, juara satu sampai tiga, serta sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tangerang,” ujar Wawan.
Baca Juga: Cara Memilih Prodi SNBP agar Peluang Lolos Lebih Besar, Banyak Siswa Salah Strategi
Selain itu, DLH Kota Tangerang juga telah menyalurkan 600 unit gerobak sampah dan 15 unit armada truk sampah yang didistribusikan ke wilayah strategis.
Dalam penanganan sampah dari hulu, DLH menargetkan pembentukan bank sampah unit di setiap RW. “ Target kita di tahun 2026, seluruh RW di Kota Tangerang minimal memiliki satu bank sampah. Ini diharapkan mampu menurunkan volume sampah secara signifikan,” jelasnya.
Wawan menambahkan, DLH juga mendorong penguatan pengolahan sampah di tingkat kecamatan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Saat ini, sejumlah TPS 3R tengah direvitalisasi dan akan disuntik teknologi pengolahan sampah, salah satunya mesin Refuse Derived Fuel (RDF).
“Contohnya di TPS 3R Benua Indah yang sudah direvitalisasi. Ke depan, rencananya akan kita injek mesin RDF agar sampah tidak perlu lagi dibawa ke TPA,” ujarnya.
Optimalisasi TPA Rawa Kucing
Terkait kondisi TPA Rawa Kucing, DLH Kota Tangerang juga terus melakukan optimalisasi dengan menghadirkan teknologi pengolahan seperti mesin RDF dan unit komposter, sehingga tidak semua sampah langsung masuk ke landfill.
“Tahun ini juga kita rencanakan pembangunan pusat daur ulang sampah di area TPA Rawa Kucing. Targetnya, sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang,” kata Wawan.
Seluruh program tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun ini, sejalan dengan rencana strategis nasional pengelolaan sampah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





