Dunia Terguncang! AS-Israel Resmi Serang Jantung Iran, Teheran Balas Hantam Pangkalan Militer Amerika

AKURAT BANTEN – Eskalasi militer paling ditakuti di Timur Tengah akhirnya pecah. Sabtu, 28 Februari 2026, dunia terbangun dengan kabar mengejutkan mengenai serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh kekuatan gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung ke pusat pertahanan Republik Islam Iran.
Langkah berani ini segera memicu aksi balas dendam kilat dari Teheran, yang kini dilaporkan telah menghujani pangkalan militer AS di kawasan Teluk dengan rudal balistik.
Baca Juga: Bahaya Saweran Paus: Mengapa Live TikTok Menkeu Purbaya Berujung Peringatan Keras dari KPK?
Detik-Detik Penyerangan: Operasi Gabungan di Jantung Teheran
Laporan saksi mata dari pusat kota Teheran menyebutkan rentetan ledakan hebat terdengar sejak pukul 04.00 waktu setempat.
Langit ibu kota Iran tersebut berubah memerah akibat kobaran api dan kepulan asap dari titik-titik strategis yang menjadi target utama.
Pentagon mengonfirmasi bahwa serangan ini adalah bagian dari operasi terukur untuk melumpuhkan kemampuan nuklir dan infrastruktur komando Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pesawat tempur siluman F-35 milik Israel dan pembom jarak jauh AS dilaporkan menembus sistem pertahanan udara S-300 milik Iran dalam sebuah serangan yang terkoordinasi rapi.
Balasan Kilat Iran: "Pintu Neraka Telah Terbuka"
Tidak butuh waktu lama bagi Pemimpin Tertinggi Iran untuk memberikan komando perlawanan. Hanya berselang dua jam setelah ledakan di Teheran, divisi rudal IRGC meluncurkan ratusan drone bunuh diri dan rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga.
Beberapa titik yang dikabarkan terkena dampak serangan balik Iran meliputi:
Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.
Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Sistem Iron Dome Israel yang kini bekerja ekstra keras menghalau serangan dari Lebanon dan wilayah Iran sendiri.
"Kami tidak mencari perang, tapi jika mereka menyerang jantung kami, maka seluruh pangkalan mereka di kawasan ini tidak akan lagi aman," tegas juru bicara militer Iran dalam pernyataan resminya.
Dunia di Ambang Krisis: Harga Minyak Melambung
Reaksi pasar global langsung merespons tragedi ini dengan kepanikan.
Harga minyak mentah dunia (Brent) dilaporkan melonjak hingga 15% hanya dalam hitungan jam setelah berita ini tersiar.
Para analis khawatir jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz, jalur utama pasokan energi dunia akan lumpuh total.
PBB telah menyerukan gencatan senjata segera, namun ketegangan di lapangan menunjukkan tanda-tanda yang sebaliknya.
Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi ini "perlu dilakukan demi keamanan global," sementara sekutu-sekutu Iran seperti Rusia dan China mengutuk keras agresi tersebut.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia dipastikan akan merasakan dampak ekonomi yang signifikan jika konflik ini berkepanjangan.
Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri kini tengah mengupayakan evakuasi bagi WNI yang berada di wilayah konflik serta menyerukan diplomasi damai untuk mencegah Perang Dunia III (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










