Banten

Trump Klaim Iran Minta Maaf ke Negara Timur Tengah Usai Digempur AS dan Israel

Riski Endah Setyawati | 8 Maret 2026, 20:09 WIB
Trump Klaim Iran Minta Maaf ke Negara Timur Tengah Usai Digempur AS dan Israel
Foto Trump (Istimewa)

Akurat Banten - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah setelah menghadapi rentetan serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Trump mengungkapkan klaim tersebut melalui akun media sosial pribadinya di Truth Social.

"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," tulis Trump.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi pusat konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

Baca Juga: TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Pasukan untuk Antisipasi Ancaman Global

Trump bahkan menyebut kondisi ini sebagai momen bersejarah bagi negara-negara di kawasan tersebut.

Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang Iran, negara itu dianggap mengalami kekalahan dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya.

Ia juga mengklaim bahwa sejumlah negara di kawasan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepadanya atas situasi yang terjadi.

"Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama'," kata Trump dalam unggahan yang sama.

Dalam pernyataan lanjutan, Trump menilai bahwa Iran kini tidak lagi memiliki posisi dominan di kawasan seperti yang selama ini sering dituduhkan oleh sejumlah pihak.

Ia menggambarkan Iran sebagai negara yang sebelumnya kerap bertindak agresif terhadap negara-negara di Timur Tengah.

Baca Juga: Mudik Gratis AirNav 2026, Waktu Pendaftaran Gelombang Kedua Resmi Diubah

Namun menurutnya, situasi itu kini telah berubah secara drastis.

Trump menegaskan bahwa Iran tidak lagi mampu bertindak sebagai "perundung Timur Tengah".

Ia bahkan memprediksi kondisi tersebut akan bertahan dalam jangka waktu panjang.

Menurut Trump, Iran akan tetap berada dalam posisi lemah selama beberapa dekade ke depan hingga akhirnya menyerah dan runtuh.

Di sisi lain, laporan dari kantor berita Rusia RIA Novosti menyebutkan bahwa Trump juga memberi sinyal akan melancarkan operasi militer yang lebih besar terhadap Iran.

Trump dikabarkan merencanakan serangan lanjutan yang jauh lebih luas pada Sabtu.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut sejumlah wilayah baru serta kelompok tertentu yang sebelumnya tidak termasuk target kini mulai dipertimbangkan untuk menjadi sasaran serangan.

"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya," tulisnya.

Baca Juga: TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Pasukan untuk Antisipasi Ancaman Global

Pernyataan keras tersebut memicu perhatian luas di tengah situasi kawasan yang semakin memanas.

Hingga saat ini, pemerintah Iran maupun negara-negara Teluk belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait klaim Trump mengenai permintaan maaf Iran kepada negara-negara di Timur Tengah.

Belum ada pula pernyataan diplomatik yang menguatkan narasi yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya, Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi serangan yang mereka sebut sebagai agresi.

Ia menegaskan Iran akan terus mempertahankan diri selama operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung.

Iran juga mengecam keras tindakan yang mereka sebut sebagai "tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel".

Menurut Iravani, Iran memiliki hak penuh untuk membela diri sesuai hukum internasional.

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel meningkat tajam sejak akhir Februari.

Serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran sejak 28 Februari dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Baca Juga: Warga Keluhkan Banjir di Pemukiman dan Tol Karang Tengah, Soroti Pembangunan Lapangan Padel Kingdom di Puri 11

Lebih dari 900 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Di antara korban yang disebutkan dalam laporan tersebut termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Selain itu, sedikitnya 165 siswi sekolah juga dilaporkan menjadi korban tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari Iran.

Serangan tersebut diarahkan ke sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan kepentingan Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

Aksi saling serang ini semakin memperbesar risiko eskalasi konflik yang dapat memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.