Banten

Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Langsung Ancam Jadikan Target Pembunuhan

Aullia Rachma Puteri | 8 Maret 2026, 21:15 WIB
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Langsung Ancam Jadikan Target Pembunuhan
mojbata khamenei pengganti Ali Khamenei

AKURAT BANTEN – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah muncul kabar bahwa Mojtaba Khamenei disebut sebagai sosok yang akan memimpin Iran sebagai pemimpin tertinggi berikutnya.

Penunjukan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Israel yang menyatakan bahwa siapa pun penerus kepemimpinan Iran bisa menjadi target serangan.

Mojtaba merupakan putra dari pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ali Khamenei.

Dalam beberapa waktu terakhir, namanya semakin sering disebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan negara Republik Islam tersebut.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Minta Maaf ke Negara Timur Tengah Usai Digempur AS dan Israel

Ia diketahui memiliki pengaruh yang cukup besar dalam lingkaran kekuasaan Iran, meskipun selama ini jarang tampil secara terbuka di hadapan publik.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa otoritas Iran telah mempertimbangkan Mojtaba untuk menduduki posisi strategis sebagai pemimpin tertinggi.

Jika keputusan tersebut benar-benar diambil, maka ia akan menjadi sosok yang memegang kendali atas kebijakan politik, militer, dan keagamaan di Iran.

Namun perkembangan ini langsung mendapat respons keras dari Israel.

Baca Juga: Iran Klaim Hantam 14 Pangkalan Militer AS dan Target Vital Israel di Timur Tengah

Pejabat militer Israel secara terbuka mengeluarkan peringatan bahwa pihaknya akan menargetkan siapa pun yang menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran jika dianggap mengancam keamanan Israel.

Ancaman tersebut menambah ketegangan hubungan kedua negara yang memang telah berlangsung lama.

Konflik antara Iran dan Israel selama ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari isu program nuklir Iran hingga dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok yang dianggap berseberangan dengan kepentingan Israel di kawasan Timur Tengah.

Di tengah situasi tersebut, nama Mojtaba Khamenei menjadi sorotan internasional.

Baca Juga: Gelombang Penolakan di Eropa Menguat, Warga Spanyol hingga Inggris Tolak Serangan AS dan Israel ke Iran

Meski tidak memiliki jabatan resmi yang terlalu menonjol dalam pemerintahan, ia dikenal memiliki hubungan dekat dengan kalangan militer dan elite politik Iran.

Beberapa analis menilai pengaruh Mojtaba di dalam negeri cukup besar karena kedekatannya dengan berbagai tokoh penting, termasuk unsur di Korps Garda Revolusi Iran.

Kedekatan tersebut membuatnya dianggap memiliki kemampuan untuk menjaga kesinambungan kekuasaan jika benar-benar ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi.

Namun kemungkinan naiknya Mojtaba juga menuai kritik dari sejumlah pihak.

Baca Juga: Eropa Terbelah Soal Serangan AS-Israel ke Iran, Tekanan Trump Picu Perdebatan Baru

Ada yang menilai bahwa proses suksesi tersebut dapat menimbulkan kesan dinasti politik, karena posisi tertinggi negara berpotensi diwariskan dari ayah kepada anak.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, keputusan resmi mengenai pemimpin tertinggi Iran berada di tangan lembaga ulama yang memiliki kewenangan menentukan penerus kepemimpinan nasional.

Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah diperkirakan tetap berada dalam kondisi sensitif.

Pernyataan Israel yang menyebut pemimpin baru Iran sebagai target potensial dinilai berpotensi memperkeruh hubungan kedua negara.

Baca Juga: Konflik Makin Rumit Rusia Diduga Bocorkan Intelijen ke Iran untuk Targetkan Pasukan AS

Jika Mojtaba Khamenei benar-benar ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran, maka ia akan menghadapi tantangan besar, baik dari dinamika politik dalam negeri maupun tekanan geopolitik dari luar, terutama dari Israel.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.