Viral Lele Mentah di Menu Makan Gratis Pamekasan, BGN Akhirnya Buka Suara: Ternyata Ini Alasannya!

AKURAT BANTEN – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah di Pamekasan, Jawa Timur. Dalam video tersebut, tampak ikan lele yang masih mentah, berlendir, bahkan disebut-sebut masih hidup di dalam kotak makan.
Kejadian ini berbuntut panjang hingga pihak SMAN 2 Pamekasan menolak sedikitnya 1.022 porsi makanan karena dianggap tidak layak konsumsi. Menanggapi kegaduhan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Baca Juga: Siapa Hasna dan Hasni? Si Kembar Tunarungu yang Videonya Viral dan Bikin Netizen Salut
Mengapa Harus Lele Mentah? Ini Alasan Medis & Nutrisinya
Banyak warga net yang mempertanyakan mengapa ikan diberikan dalam kondisi belum dimasak. Ternyata, ada alasan teknis dan gizi di balik keputusan tersebut.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa yang dibagikan bukanlah sembarang lele mentah, melainkan Lele Marinasi. Menurut tim ahli gizi SPPG Pamekasan, teknik ini dipilih karena beberapa alasan krusial:
Menjaga Kualitas Protein: Proses marinasi memastikan protein hewani tidak rusak sebelum dikonsumsi.
Ketahanan Pangan: Lele yang sudah dimarinasi dengan bumbu khusus diklaim mampu bertahan hingga 24 jam, memberikan fleksibilitas bagi penerima manfaat untuk mengolahnya sesuai selera (digoreng atau dibakar) agar tetap hangat dan segar.
Penambahan Nutrisi: Bumbu marinasi tidak hanya menambah rasa, tapi juga berfungsi sebagai pengawet alami yang aman bagi kesehatan.
Baca Juga: Viral Narasi Netanyahu Kabur ke Jerman, Cek Fakta di Balik Posisi Pesawat Wing of Zion!
Fakta yang "Hilang" di Balik Video Viral
Nanik Sudaryati menyayangkan narasi video yang beredar karena dianggap hanya menampilkan potongan informasi yang tidak utuh. Berdasarkan laporan lapangan, paket MBG tersebut sebenarnya sangat lengkap dan memenuhi standar gizi tinggi.
"Menu yang disiapkan sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," jelas Nanik (10/3/2026).
Selain lele marinasi, setiap paket tersebut ternyata juga dilengkapi dengan:
-Tahu dan Tempe Ungkep (Protein Nabati)
-Telur Rebus (Protein Tambahan)
-Roti Pizza (Karbohidrat & Snack)
-Susu Full Cream (Kalsium)
-Buah Naga Segar (Vitamin & Serat)
Baca Juga: Jangan Kaget Kalau Lemas Seharian! Ini Alasan Medis Dilarang Sahur Pakai Mi Instan
Komitmen Keamanan Pangan: BGN Lakukan Evaluasi Total
Meski memiliki alasan gizi, penolakan massal di Pamekasan menjadi catatan merah bagi distribusi program MBG. Keluhan mengenai bau amis yang menyengat menjadi poin evaluasi utama bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN menegaskan bahwa setiap laporan dari masyarakat akan menjadi bahan koordinasi untuk memastikan pelayanan kepada ribuan siswa, ibu hamil, dan balita di wilayah tersebut tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek higienitas.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










