PWI Tangsel Soroti Hilangnya Jaringan Drainase dalam Uji Publik Raperda RTRW 2025-2045

AKURAT BANTEN - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan menyoroti kondisi struktur jaringan drainase atau anak kali yang tercantum dalam rencana tata ruang kota namun di lapangan disebut sudah tidak berfungsi karena diduga beralih fungsi.
Sorotan tersebut disampaikan dalam forum Uji Publik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Selatan tahun 2025-2045 yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2026).
Forum yang diselenggarakan Panitia Khusus (Pansus) Raperda RTRW tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat. PWI Tangsel diwakili Wakil Ketua PWI Tangsel Idral Mahdi dan anggotanya Hari W.
Dalam kesempatan itu, Hari menyoroti sejumlah persoalan dalam struktur ruang kota, terutama terkait jaringan drainase yang dinilai krusial dalam penanganan banjir.
"Mohon dijelaskan perubahan ruang terkait struktur jaringan drainase. Teman-teman di DPRD juga harus memastikan apakah sudah turun ke lapangan, karena jaringan drainase ini penting untuk penanganan banjir," kata pria yang akrab disapa Kibo dalam forum tersebut.
Ia juga menyinggung adanya dugaan hilangnya sejumlah aliran anak kali yang sebelumnya tercatat dalam sistem jaringan drainase kota.
"Banyak pembunuhan-pembunuhan kali mati yang belum diketahui siapa yang bunuh," ujarnya.
Selain persoalan drainase, dia juga meminta kejelasan terkait struktur ruang jaringan telekomunikasi, khususnya terkait keberadaan menara base transceiver station (BTS) serta jaringan fiber optik yang harus disesuaikan dengan tata ruang kota di Tangerang Selatan.
"Pada struktur ruang jaringan telekomunikasi perlu diperhatikan jaringan pada bangunan BTS apakah sudah sesuai dengan struktur tata ruang. Lalu dengan fiber optiknya, bagaimana juga gambarannya," tambahnya.
Baca Juga: ‘Ini Baru Permulaan!’: Menlu Iran Klaim Israel Hancur Total, Sensor Militer Netanyahu Jebol?
Sementara itu, Wakil Ketua PWI Tangsel Idral Mahdi menilai keterlibatan organisasi wartawan dalam forum penyusunan RTRW menjadi momentum baru dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, masukan yang disampaikan merupakan bagian dari kontribusi sosial PWI Tangerang Selatan untuk memastikan perencanaan tata ruang kota berpihak pada kepentingan masyarakat.
"Usulan publik yang kami sampaikan ini tentu demi kepentingan masyarakat di Kota Tangerang Selatan. Ini bagian kontribusi sosial kami untuk pembangunan dan penataan kota yang mengutamakan kepentingan masyarakat," ucap Idral.
Baca Juga: Siapa Hasna dan Hasni? Si Kembar Tunarungu yang Videonya Viral dan Bikin Netizen Salut
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus RTRW DPRD Kota Tangerang Selatan Ahmad Syawqi mengatakan pihaknya menerima berbagai masukan dari masyarakat dan akademisi untuk memperkaya pembahasan dalam penyusunan Raperda RTRW.
"Hari ini kita menerima input dari masyarakat dan akademisi untuk memperkaya pandangan kami di pansus dalam penyusunan. Beberapa hal yang disampaikan memang sudah menjadi konsen kami untuk disesuaikan dengan kebijakan," kata Syawqi.
Ia menegaskan, kebijakan tata ruang harus memastikan fungsi ruang tetap sesuai peruntukannya.
"Karena ini berada di ranah kebijakan, kami pastikan kalau itu anak sungai tetap anak sungai, kalau jalan harus tetap jalan selama tidak ada perubahan fungsi ruang. Kalau ada temuan seperti tadi tentu harus dilakukan pengecekan ke lapangan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











