Israel Kembali Gempur Gaza, Puluhan Warga Palestina Tewas di Tengah Gencatan Senjata

AKURAT BANTEN – Serangan udara kembali mengguncang Jalur Gaza. Israel melancarkan rentetan serangan yang menewaskan puluhan warga Palestina dan melukai banyak lainnya, meski perjanjian gencatan senjata masih berlaku.
Aksi ini memicu gelombang kecaman baru dari masyarakat internasional yang menilai agresi tersebut melanggar kesepakatan damai yang telah disepakati kedua pihak.
Banyak pihak menilai Israel tidak menunjukkan itikad baik untuk menahan diri di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk.
Menurut laporan otoritas kesehatan Palestina, sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat serangan udara yang menghantam beberapa wilayah padat penduduk, seperti Sabra, Khan Yunis, Rafah, hingga Zaytoun. Sejumlah korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Warga di lokasi kejadian menggambarkan serangan itu sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir. Suara ledakan terdengar bertubi-tubi, diikuti kobaran api yang melalap rumah dan bangunan. Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban di tengah reruntuhan.
Baca Juga: Prabowo Tancap Gas! Aturan Baru Program Makan Bergizi Gratis Siap Digulirkan
Israel mengklaim serangan dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan Hamas. Tel Aviv menuduh kelompok tersebut gagal menyerahkan jenazah tawanan Israel seperti yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Namun, para mediator internasional, termasuk Mesir dan Qatar, menilai keterlambatan tersebut justru disebabkan kerusakan infrastruktur parah akibat pemboman Israel sendiri. Mereka menyerukan agar kedua pihak segera menahan diri dan kembali menghormati kesepakatan damai.
“Setiap pelanggaran gencatan senjata hanya memperburuk penderitaan warga sipil yang sudah kehilangan segalanya,” ujar salah satu pejabat kemanusiaan PBB dalam pernyataan resminya.
Sejak gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober lalu, pasukan Israel tercatat telah melanggar kesepakatan sedikitnya 125 kali. Serangan-serangan tersebut menewaskan hampir 100 warga Palestina dan melukai lebih dari 300 orang di berbagai wilayah Gaza.
Kondisi di lapangan kini semakin memprihatinkan. Rumah sakit kewalahan menerima korban, pasokan medis menipis, dan ribuan warga kembali mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman meski sebenarnya tidak sepenuhnya terlindungi dari serangan udara.
Baca Juga: Polemik Pabrik Aqua Subang: Warga Sekitar Keluhkan Kesulitan Air, Bisnis Untung, Rakyat Buntung?
Komunitas internasional mendesak Israel menghentikan agresinya dan kembali ke meja perundingan.
Namun hingga kini, ketegangan di Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara warga sipil terus menjadi korban utama dalam konflik yang tak kunjung berakhir ini. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










