Banten

Jaga Ginjal Tetap Prima Saat Puasa, Dokter Ungkap Cara Sederhana yang Sering Diabaikan

Riski Endah Setyawati | 13 Maret 2026, 08:27 WIB
Jaga Ginjal Tetap Prima Saat Puasa, Dokter Ungkap Cara Sederhana yang Sering Diabaikan
Ilustrasi Ginjal (Istimewa)

Akurat Banten - Menjaga kesehatan ginjal selama menjalani ibadah puasa sebenarnya tidak membutuhkan langkah yang rumit.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencukupi asupan cairan sejak waktu berbuka hingga sahur sudah sangat membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.

Ia menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup meskipun sedang menjalankan puasa sepanjang hari.

“Saat puasa, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya tidak sulit. Beberapa hal penting yang bisa dilakukan adalah cukup minum air saat berbuka hingga sahur, sekitar 6 sampai 8 gelas agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,” kata Andhika.

Baca Juga: Ibu Empat Anak di Jakarta Barat Tertangkap Usai Curi Uang Minimarket Demi Kebutuhan Keluarga

Asupan cairan yang cukup sangat berperan penting dalam membantu kinerja ginjal.

Ginjal memiliki tugas utama untuk menyaring limbah serta racun dari dalam darah sebelum dikeluarkan melalui urine.

Jika tubuh kekurangan cairan dalam waktu lama, proses penyaringan tersebut dapat terganggu dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam.

Kondisi tersebut membuat risiko dehidrasi meningkat, terutama jika seseorang tidak memperhatikan pola minum saat berbuka dan sahur.

Karena itu, Andhika menyarankan agar kebutuhan cairan harian tetap dipenuhi dengan mengonsumsi sekitar enam hingga delapan gelas air putih yang dibagi pada waktu berbuka hingga sahur.

Baca Juga: Penggiat Satwa Liar Somasi Balai TNUK dan Kemenhut soal Kematian Badak Jawa Hasil Translokasi

Selain menjaga hidrasi, pola makan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan selama bulan puasa.

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi.

Makanan yang terlalu asin diketahui dapat meningkatkan tekanan darah yang pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Tak hanya itu, konsumsi gula juga sebaiknya dibatasi agar tidak berlebihan.

Menurutnya, menjaga pola makan seimbang dengan kandungan gizi yang tepat juga membantu memelihara kesehatan jantung serta organ tubuh lainnya.

Dalam penjelasannya, Andhika juga mengingatkan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ginjal.

Beberapa di antaranya adalah kebiasaan merokok, kondisi obesitas, serta tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Baca Juga: Tarif Selak Rp84 Juta Per Jemaah: Skandal Kode T0 Seret Eks Menag Yaqut ke Sel KPK!

Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab yang paling sering ditemukan pada banyak kasus kanker ginjal.

Karena itu, selama bulan puasa masyarakat dianjurkan untuk tetap menjaga gaya hidup sehat.

Jika kondisi tubuh memungkinkan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai atau olahraga dengan intensitas rendah tetap dapat dilakukan.

Kebiasaan merokok juga sebaiknya dihentikan atau setidaknya dikurangi demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Selain gaya hidup, perhatian khusus juga perlu diberikan kepada orang yang memiliki penyakit kronis tertentu.

Penderita diabetes maupun hipertensi, misalnya, harus tetap melakukan kontrol kesehatan secara berkala.

Kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter juga sangat penting agar fungsi ginjal tetap terjaga.

“Bagi orang yang memiliki penyakit seperti diabetes atau hipertensi, kontrol rutin dan kepatuhan minum obat juga sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal,” sarannya.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mengenali sejumlah gejala yang bisa menjadi tanda awal kanker ginjal.

Meski pada tahap awal penyakit ini sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas, beberapa tanda tetap perlu diwaspadai.

Salah satunya adalah munculnya darah pada urine yang tidak biasa.

Keluhan lain yang juga bisa muncul adalah nyeri pada bagian pinggang atau punggung sisi samping.

Baca Juga: Tarif Selak Rp84 Juta Per Jemaah: Skandal Kode T0 Seret Eks Menag Yaqut ke Sel KPK!

Sebagian pasien bahkan dapat merasakan adanya benjolan di area perut yang sebelumnya tidak pernah dirasakan.

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

Tidak jarang penderita juga mengalami kondisi tubuh yang mudah lelah.

Dalam beberapa kasus, pasien bahkan dapat mengalami anemia yang menyebabkan tubuh terasa semakin lemah.

Jika seseorang merasakan gejala-gejala tersebut, Andhika menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain faktor gaya hidup, ada juga kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

Orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis termasuk kelompok yang perlu lebih waspada.

Risiko tersebut juga meningkat pada pasien yang menjalani dialisis atau cuci darah dalam jangka waktu lama.

Faktor keturunan juga berperan dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker ginjal.

Baca Juga: Ibu Empat Anak di Jakarta Barat Tertangkap Usai Curi Uang Minimarket Demi Kebutuhan Keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tersebut diketahui memiliki peluang lebih besar untuk mengalaminya.

“Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja juga dapat berperan,” kata Andhika.

Karena itu, menjaga pola hidup sehat serta mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ginjal, termasuk selama menjalankan ibadah puasa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.