Banten

Linggis Jadi Senjata Mematikan dalam Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Ditangkap Polisi

Riski Endah Setyawati | 14 Maret 2026, 04:44 WIB
Linggis Jadi Senjata Mematikan dalam Perampokan Sadis di Bekasi, Pelaku Ditangkap Polisi
Ilustrasi Penangkapan (Istimewa)

Akurat Banten - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus perampokan yang berujung pembunuhan di kawasan Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Dalam penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian, terungkap bahwa pelaku menggunakan linggis sebagai alat untuk melancarkan aksinya sekaligus menyerang korban hingga meninggal dunia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Iman Imanuddin menjelaskan bahwa linggis tersebut awalnya dipakai tersangka untuk membuka akses masuk ke rumah korban.

Alat itu digunakan pelaku untuk mencongkel bagian jendela rumah agar dapat masuk tanpa diketahui penghuni.

Baca Juga: Len Industri Pamerkan Otak Kapal Perang TNI AL, Teknologi Tempur Canggih Karya Insinyur Indonesia

Selain linggis, polisi juga menemukan barang lain yang dipakai untuk membantu aksi kejahatan tersebut.

"Kemudian sebuah gunting digunakan untuk mencongkel jendela. Linggis ini juga digunakan oleh tersangka untuk memukul kepala korban, korban yang perempuan dan yang laki-laki," ujar Iman.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara serta pengembangan penyelidikan, sejumlah barang bukti penting berhasil diamankan oleh penyidik.

Barang-barang tersebut menjadi petunjuk utama yang menguatkan dugaan keterlibatan pelaku dalam aksi perampokan yang berakhir tragis itu.

Polisi menemukan dua unit telepon seluler milik korban yang sebelumnya sempat dibawa oleh tersangka setelah kejadian.

Salah satu ponsel tersebut diketahui sudah dijual oleh pelaku, sementara satu perangkat lainnya digunakan sendiri oleh tersangka.

Baca Juga: Nasib Pegawai Minimarket di Ujung Tanduk? Robot Humanoid China Siap Gantikan Peran Kasir Indomaret Alfamart!

Selain telepon seluler, aparat juga mengamankan sebuah laptop milik korban yang sempat dikuasai pelaku setelah peristiwa tersebut terjadi.

Petugas juga menemukan sisa uang yang diduga berasal dari hasil penjualan emas milik korban yang sempat dibawa kabur oleh tersangka.

Tak hanya itu, penyidik turut menyita sejumlah rekaman digital yang menjadi bukti penting dalam proses pengungkapan kasus.

"Kami juga temukan satu buah laptop dan uang sisa penjualan emas. Kemudian 'flashdisk' rekaman CCTV dan 'flashdisk' rekaman CCTV sepanjang perjalanan yang bersangkutan menuju ke TKP maupun saat meninggalkan tempat kejadian perkara," kata Iman.

Rekaman tersebut dinilai sangat membantu aparat dalam menelusuri pergerakan pelaku sebelum maupun sesudah kejadian berlangsung.

Dari rekaman kamera pengawas itu, polisi dapat memetakan rute perjalanan tersangka menuju lokasi kejadian hingga saat ia meninggalkan area tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa tersangka dalam kasus perampokan sekaligus pembunuhan tersebut telah berhasil diamankan.

Penangkapan dilakukan setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan intensif serta mengumpulkan berbagai bukti pendukung.

Kasus ini sebelumnya terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Baca Juga: Dampak Puasa terhadap Sistem Pencernaan dan Cara Tubuh Beradaptasi. Ada Apa Aja? Yuk Simak!

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku.

Saat dikonfirmasi, ia menyampaikan bahwa tersangka sudah berada dalam penguasaan aparat kepolisian.

Meski demikian, Abdul Rahim belum membeberkan secara rinci mengenai identitas maupun latar belakang pelaku.

Pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan untuk menggali motif serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto meminta publik untuk bersabar menunggu hasil pengungkapan lebih lanjut dari penyidik.

Ia menegaskan bahwa aparat masih bekerja secara mendalam guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Baca Juga: Dampak Puasa terhadap Sistem Pencernaan dan Cara Tubuh Beradaptasi. Ada Apa Aja? Yuk Simak!

Menurutnya, proses penyidikan masih berlangsung sehingga informasi lebih detail akan disampaikan setelah penyelidikan dinyatakan lengkap.

Peristiwa perampokan yang disertai pembunuhan ini diketahui menimpa seorang pria bernama Ermanto Usman yang berusia 65 tahun.

Korban dikenal pernah aktif dalam kegiatan organisasi pekerja pelabuhan di Indonesia.

Ermanto Usman tercatat pernah terlibat dalam aktivitas Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia yang berada di bawah naungan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia.

Kabar meninggalnya korban dalam peristiwa perampokan tersebut pun menimbulkan duka sekaligus perhatian publik terhadap keamanan lingkungan permukiman.

Polisi memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan hingga seluruh fakta dalam kasus ini terungkap secara menyeluruh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.