Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Terungkap Pelaku Kabur ke Dua Arah Berbeda di Jakarta
Akurat Banten - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Penyelidikan sementara menunjukkan para pelaku melarikan diri ke dua jalur berbeda usai melakukan aksinya di wilayah Jakarta.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyampaikan bahwa timnya telah menelusuri pergerakan para terduga pelaku setelah kejadian berlangsung.
"Selanjutnya pasca kejadian juga tim kami melakukan penelusuran terhadap para terduga pelaku melakukan pelarian ke arah yang berbeda," ujar Iman.
Baca Juga: Remaja 19 Tahun Diciduk Polisi Saat Edarkan Ribuan Obat Terlarang di Jakarta Utara
Ia menjelaskan, satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku sempat melawan arus di kawasan Jalan Salemba menuju arah Senen.
Perjalanan pelaku kemudian berlanjut dari Senen ke Jalan Kramat Raya hingga mencapai kawasan Tugu Tani.
Setelah itu, pelaku bergerak ke arah Stasiun Gondangdia sebelum akhirnya masuk ke wilayah Jakarta Selatan.
Sementara itu, kendaraan lain yang diduga digunakan pelaku tidak berbelok arah, melainkan terus melaju lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2.
Baca Juga: Mentan Amran Murka, Temukan Alsintan Terbengkalai dan Sawah Terendam di Maros
Dari jalur tersebut, pelaku melanjutkan perjalanan menuju kawasan Matraman dan terpantau kamera pengawas atau CCTV hingga ke wilayah Jatinegara.
Pergerakan itu berlanjut ke Jalan Otto Iskandardinata yang berada di kawasan Jakarta Timur.
Selain menelusuri pelarian pelaku, polisi juga mengungkap bahwa korban telah dibuntuti sejak keluar dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Lokasi awal pembuntutan diketahui berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jalan Pangeran Diponegoro, Pegangsaan, Jakarta Pusat.
Menurut Iman, pelaku mulai mengikuti korban sejak kegiatan di kantor tersebut selesai.
"Dari YLBHI sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban, ketika korban selesai acara di sana," ungkapnya.
Korban diketahui tidak langsung menuju lokasi kejadian setelah meninggalkan kantor tersebut.
Ia sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU yang berada di kawasan Cikini Raya sebelum melanjutkan perjalanan.
Momen tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk terus membuntuti korban hingga akhirnya melancarkan aksi penyiraman air keras.
Dari hasil pemeriksaan medis, kondisi korban dilaporkan mengalami trauma akibat zat asam yang disiramkan.
Luka yang dialami mencakup bagian wajah, lengan, serta area tubuh lainnya termasuk anggota gerak.
Pihak kepolisian menyebut kondisi korban cukup serius sehingga memerlukan penanganan intensif.
Iman juga menyampaikan harapannya agar korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
"Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama doakan, keluarga kita sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas," katanya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.
Upaya pengumpulan bukti dan rekaman CCTV terus dilakukan guna mengungkap identitas pelaku secara menyeluruh.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan aktivis yang selama ini dikenal vokal dalam isu hak asasi manusia.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara maksimal untuk mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.
Keamanan aktivis dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan menjadi sorotan penting dalam kasus ini.
Masyarakat pun diimbau untuk turut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku demi mempercepat proses pengungkapan kasus.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










