DUKA MAPALA POLINDRA: Terseret Arus Deras Cimanuk, 2 Mahasiswa Tewas Usai 2 Hari Pencarian Dramatis

AKURAT BANTEN– Kegiatan susur sungai yang seharusnya menjadi agenda latihan rutin kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berakhir tragis.
Dua mahasiswa Polindra, Agung dan Muhammad Lana Wiratno, ditemukan tewas setelah dua hari pencarian intensif usai terseret arus deras Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat.
Keduanya merupakan bagian dari tujuh mahasiswa yang perahu rafting-nya terbalik dan terjebak pusaran air saat latihan pada Sabtu (8/11/2025). Lima mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan warga.
Titik Terang Setelah 48 Jam: Korban Ditemukan Dini Hari
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan kedua korban yang sempat hilang sejak Sabtu siang itu pada Senin (10/11/2025) dini hari.
Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Polairud, hingga warga sekitar.
"Korban atas nama Agung dan Lana semuanya sudah berhasil ditemukan," ujar Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, di lokasi pencarian, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Heboh Profil Jaafar Jackson, Keponakan Michael Jackson yang Siap Guncang Dunia Film
Evakuasi Dramatis di Bendungan Karet Bangkir
Korban pertama yang ditemukan adalah Agung, warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat.
Jasadnya ditemukan di sekitar Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, lokasi yang juga menjadi titik kecelakaan.
Proses evakuasi Agung berlangsung dramatis karena tubuh korban dilaporkan terjebak dalam pusaran air bendungan. Tim SAR harus berkoordinasi dengan petugas bendungan.
"Tim harus berkoordinasi dengan petugas bendungan untuk membuka dan menutup pintu air agar arus mendorong tubuh korban keluar," jelas Eddy Sukamto.
Baca Juga: Soeharto Pahlawan Nasional? Surya Paloh 'Buka Suara', Satu Fraksi Parpol Tetap Menolak!
Lana Terseret Jauh, Ditemukan 5 Km dari Lokasi Kejadian
Tak berselang lama, tim SAR kembali menemukan korban kedua, Muhammad Lana Wiratno, warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang.
Jasad Lana ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di wilayah Blok Gandok, Desa Panyindangan Kulon. Jarak penemuan Lana cukup jauh, sekitar 5 Kilometer (Km) dari lokasi awal insiden.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR di Indramayu resmi ditutup.
Kedua jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Detik-Detik Perahu Rafting Terbalik
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa insiden bermula saat 7 anggota Mapala Polindra melakukan latihan rafting di Sungai Cimanuk pada Sabtu siang, sekitar pukul 12.30 WIB.
Kecelakaan fatal itu terjadi di area Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener. Menurut keterangan saksi, perahu karet yang ditumpangi ketujuh mahasiswa itu tiba-tiba oleng dan terjebak pusaran air deras.
Lima mahasiswa, yakni Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir, berhasil menyelamatkan diri berkat kesigapan warga sekitar. Sayangnya, Agung dan Lana tak kuasa melawan arus ganas Cimanuk hingga akhirnya terseret dan hilang.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan risiko kegiatan alam terbuka dan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap perubahan kondisi alam (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”







