Banten

DUKA MAPALA POLINDRA: Terseret Arus Deras Cimanuk, 2 Mahasiswa Tewas Usai 2 Hari Pencarian Dramatis

Saeful Anwar | 10 November 2025, 13:58 WIB
DUKA MAPALA POLINDRA: Terseret Arus Deras Cimanuk, 2 Mahasiswa Tewas Usai 2 Hari Pencarian Dramatis

 

AKURAT BANTEN– Kegiatan susur sungai yang seharusnya menjadi agenda latihan rutin kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berakhir tragis.

Dua mahasiswa Polindra, Agung dan Muhammad Lana Wiratno, ditemukan tewas setelah dua hari pencarian intensif usai terseret arus deras Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat.

Keduanya merupakan bagian dari tujuh mahasiswa yang perahu rafting-nya terbalik dan terjebak pusaran air saat latihan pada Sabtu (8/11/2025). Lima mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan warga.

Baca Juga: TERUNGKAP! Lisa Mariana 'Seteru' Ridwan Kamil Jadi Tersangka Video Syur: Polisi Ungkap Unsur Kesengajaan Perekaman, Kini Menjadi Viral

Titik Terang Setelah 48 Jam: Korban Ditemukan Dini Hari

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan kedua korban yang sempat hilang sejak Sabtu siang itu pada Senin (10/11/2025) dini hari.

Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Polairud, hingga warga sekitar.

"Korban atas nama Agung dan Lana semuanya sudah berhasil ditemukan," ujar Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, di lokasi pencarian, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Heboh Profil Jaafar Jackson, Keponakan Michael Jackson yang Siap Guncang Dunia Film

Evakuasi Dramatis di Bendungan Karet Bangkir

Korban pertama yang ditemukan adalah Agung, warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat.

Jasadnya ditemukan di sekitar Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, lokasi yang juga menjadi titik kecelakaan.

Proses evakuasi Agung berlangsung dramatis karena tubuh korban dilaporkan terjebak dalam pusaran air bendungan. Tim SAR harus berkoordinasi dengan petugas bendungan.

"Tim harus berkoordinasi dengan petugas bendungan untuk membuka dan menutup pintu air agar arus mendorong tubuh korban keluar," jelas Eddy Sukamto.

Baca Juga: Soeharto Pahlawan Nasional? Surya Paloh 'Buka Suara', Satu Fraksi Parpol Tetap Menolak!

Lana Terseret Jauh, Ditemukan 5 Km dari Lokasi Kejadian

Tak berselang lama, tim SAR kembali menemukan korban kedua, Muhammad Lana Wiratno, warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang.

Jasad Lana ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB di wilayah Blok Gandok, Desa Panyindangan Kulon. Jarak penemuan Lana cukup jauh, sekitar 5 Kilometer (Km) dari lokasi awal insiden.

Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR di Indramayu resmi ditutup.

Kedua jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

Baca Juga: PALOH: 'MEKANISME DEWAN KITA HORMATI!', Tegaskan Belum Akan PAW Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Pasca-Sanksi MKD

Detik-Detik Perahu Rafting Terbalik

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa insiden bermula saat 7 anggota Mapala Polindra melakukan latihan rafting di Sungai Cimanuk pada Sabtu siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Kecelakaan fatal itu terjadi di area Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener. Menurut keterangan saksi, perahu karet yang ditumpangi ketujuh mahasiswa itu tiba-tiba oleng dan terjebak pusaran air deras.

Lima mahasiswa, yakni Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir, berhasil menyelamatkan diri berkat kesigapan warga sekitar. Sayangnya, Agung dan Lana tak kuasa melawan arus ganas Cimanuk hingga akhirnya terseret dan hilang.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan risiko kegiatan alam terbuka dan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap perubahan kondisi alam (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman