Banten

Dunia Makin Gonjang-ganjing, Iran Tegaskan Kuasai Selat Hormuz Proposal AS Masih Digantung

Aullia Rachma Puteri | 25 Maret 2026, 09:01 WIB
Dunia Makin Gonjang-ganjing, Iran Tegaskan Kuasai Selat Hormuz Proposal AS Masih Digantung
selat hormuz masih ditutup

AKURAT BANTEN - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menegaskan perannya dalam mengontrol Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak global.

Di tengah ketegangan tersebut, langkah diplomasi dari Amerika Serikat belum menunjukkan hasil, lantaran proposal yang diajukan masih belum mendapat jawaban dari Teheran.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Sebagian besar pasokan minyak internasional melintasi kawasan ini, sehingga setiap dinamika yang terjadi akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global.

Baca Juga: Strategi Cerdik Iran: Buka Selat Hormuz di Tengah Nego dengan Trump, Tapi 'Pajaki' Kapal Rp34 Miliar!

Tak heran jika pernyataan Iran soal kendali atas wilayah ini langsung menarik perhatian dunia internasional.

Dalam pernyataan terbarunya, Iran menegaskan bahwa pihaknya memiliki otoritas untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Penegasan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Teheran tidak akan mengendurkan pengawasan di tengah meningkatnya tekanan geopolitik.

Di sisi lain, Amerika Serikat berupaya meredakan ketegangan melalui pendekatan diplomatik.

Baca Juga: Jepang Tak Mau Perang dan Pilih Diplomasi Total Hadapi Krisis Selat Hormuz di Iran

Washington dilaporkan telah menyusun proposal berisi 15 poin yang mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keamanan kawasan hingga stabilitas jalur perdagangan energi.

Namun hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah hubungan kedua negara ke depan, sekaligus memperpanjang ketidakpastian di kawasan.

Sejumlah analis menilai bahwa sikap Iran yang belum merespons bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Situasi Makin Genting, 22 Negara Turun Tangan Kawal Kapal Minyak di Selat Hormuz

Perbedaan kepentingan yang tajam serta dinamika politik di masing-masing negara menjadi faktor yang mempersulit tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.

Sementara itu, situasi di lapangan masih menunjukkan tensi tinggi.

Aktivitas militer di sekitar Teluk Persia dilaporkan terus meningkat, memicu kekhawatiran akan potensi konflik terbuka yang bisa melibatkan lebih banyak pihak.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga merambat ke pasar global.

Baca Juga: Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera Buka Selat Hormuz

Harga minyak dunia menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap perkembangan ini.

Fluktuasi harga pun tak terhindarkan seiring meningkatnya ketidakpastian.

Di tengah kondisi tersebut, komunitas internasional terus mendorong kedua negara untuk menempuh jalur dialog.

Upaya ini dinilai penting guna mencegah eskalasi yang lebih luas dan menjaga stabilitas global.

Baca Juga: Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz

Meski peluang diplomasi masih terbuka, belum adanya respons dari Iran terhadap proposal Amerika Serikat menjadi indikator bahwa jalan menuju kesepakatan masih panjang.

Dunia pun kini menanti langkah selanjutnya dari Teheran, yang akan sangat menentukan arah ketegangan di kawasan strategis tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.