Banten

Dua Kali Tak Berhasil, Iran Tolak Percaya untuk Berunding dengan Amerika

Cristina Malonda | 25 Maret 2026, 17:14 WIB
Dua Kali Tak Berhasil, Iran Tolak Percaya untuk Berunding dengan Amerika
Dua Kali Tak Berhasil, Iran Tolak Percaya untuk Berunding dengan Amerika (ilustrasi/istimewa)

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mencuat di tengah upaya sejumlah negara untuk memediasi konflik kedua pihak.

Namun, Teheran secara tegas menyatakan masih sulit menaruh kepercayaan kepada Washington, terutama karena pengalaman negosiasi sebelumnya yang dinilai berujung kegagalan.

Laporan dari Axios mengungkapkan bahwa proses diplomasi antara kedua negara telah mengalami kegagalan setidaknya dua kali dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini semakin memperkuat sikap hati-hati Iran dalam merespons tawaran dialog dari pihak Amerika Serikat.

Baca Juga: Hemat BBM Dimulai, Wajibkan PNS WFH 1 Hari dalam Seminggu, Pramono Ikut Prabowo tapi Khofifah Justru Ambil Langkah Ini

Pada Juni lalu, ketegangan meningkat ketika Israel dengan dukungan Presiden AS Donald Trump, melakukan serangan terhadap Iran menjelang putaran pembicaraan. Sementara itu, pada Februari, operasi militer kembali terjadi setelah sebelumnya sempat tercapai kesepakatan awal terkait isu nuklir Iran.

Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut menyatakan bahwa Iran tidak ingin kembali “terjebak” dalam skenario serupa. Pernyataan ini mencerminkan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap komitmen diplomasi dari pihak AS.

Selain itu, Iran juga telah menyampaikan kekhawatirannya kepada sejumlah negara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki. Teheran menilai peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan justru memperkuat dugaan bahwa tawaran perdamaian yang diajukan bukan sepenuhnya tulus, melainkan bagian dari strategi geopolitik.

Baca Juga: Susah Masuk Portal snpmb.id? Coba Klik Link di Sini untuk Daftar UTBK SNBT 2026 Jam 3 Sore Ini

Di sisi lain, Donald Trump mengklaim telah membentuk tim negosiasi khusus untuk menangani hubungan dengan Iran. Tim tersebut melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner.

Trump juga menyebut bahwa proses pembicaraan telah kembali dimulai dan menunjukkan adanya indikasi keseriusan dari pihak Iran.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan, Pemerintah Tegas Utamakan Tatap Muka

Ghalibaf bahkan menuding adanya penyebaran informasi tidak akurat yang bertujuan memengaruhi kondisi pasar.

Ketegangan semakin memuncak setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Catat! Jadwal Lengkap Operasional Bank BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Setelah Lebaran 2026: Kapan Buka Normal?

Awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.

Namun, pernyataan selanjutnya mengindikasikan adanya keinginan untuk mendorong perubahan kepemimpinan di Iran, yang semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan.

Dengan kondisi yang masih memanas dan tingkat kepercayaan yang rendah, upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan terus menghadapi tantangan besar ke depan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.