Miris! Modus Baru Teror Lewat Dunia Maya, Densus 88 Tangkap Dua Teroris Perekrut Anak-anak Dibawah Umur

AKURAT BANTEN – Dunia maya yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi, kini menjadi medan pertempuran baru bagi aparat penegak hukum.
Densus 88 Antiteror Polri kembali mengungkap jaringan terorisme yang secara sistematis memanfaatkan platform digital untuk merekrut anggota baru, dengan target utama yakni anak-anak.
Baca Juga: Lima Siswa Jadi Saksi Kasus Bullying di SMPN 19 Kota Tangsel, Kini Jalani Pemeriksaan
Dalam operasi senyap yang digelar beberapa hari terakhir, tim khusus Densus 88 berhasil meringkus dua orang dewasa yang diduga sebagai otak di balik perekrutan dan indoktrinasi anak-anak melalui media sosial.
"Kami telah menangkap dua tersangka dewasa yang memiliki peran sentral dalam merekrut dan mengendalikan kelompok ini," ungkap Karopenmas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan persnya.
Menurut Trunoyudo, penangkapan ini merupakan hasil dari investigasi mendalam terhadap sebuah grup media sosial yang digunakan untuk menanamkan ideologi radikal kepada anak-anak. Hingga saat ini, lima orang telah diamankan dari berbagai daerah yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.
Modus operandi kelompok ini terbilang licik dan berbahaya. Mereka menyasar anak-anak di bawah umur, mempengaruhi mereka secara bertahap melalui konten-konten provokatif, lalu mendorong mereka untuk bergabung dalam aktivitas teror.
"Para pelaku tidak hanya mengajarkan paham radikal, tetapi juga mengarahkan anak-anak untuk melakukan aksi-aksi berbahaya yang mengancam keamanan publik," jelas Trunoyudo.
Fakta bahwa anak-anak menjadi target utama dalam jaringan terorisme ini tentu sangat mengkhawatirkan. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok teroris tidak hanya ingin menghancurkan masa depan anak-anak, tetapi juga ingin menjadikan mereka sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan jahat mereka.
Baca Juga: KUHAP Baru Resmi Disahkan DPR, Aturan Acara Pidana Indonesia Siap Masuki Babak Reformasi 2026
Data terbaru yang dihimpun oleh Densus 88 menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja. Anak-anak yang terpapar radikalisme terdeteksi tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, yang mengindikasikan bahwa jangkauan kelompok ini cukup luas dan terorganisir.
"Saat ini, kami mencatat ada sekitar 110 anak dengan rentang usia antara 10 hingga 18 tahun yang tersebar di 23 provinsi dan diduga terlibat dalam jaringan terorisme," ungkap Trunoyudo.
Baca Juga: Yesaya Saudale Resmi Merapat ke Tangerang Hawks, Siap Rebut Peran Besar di IBL 2026
Polri menegaskan bahwa penanganan kasus yang melibatkan anak-anak akan dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan pendekatan perlindungan anak.
Selain proses hukum, anak-anak yang menjadi korban radikalisme juga akan mendapatkan pendampingan psikologis dan program deradikalisasi khusus. Pemerintah juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada dan memantau aktivitas digital anak-anak mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”







