Banten

Diplomasi Makin Memanas! Trump Ejek Kapal Induk Tercanggih Inggris, 'Cuma Mainan' Gegara Khianati Kerjasama AS

Abdurahman | 28 Maret 2026, 21:58 WIB
Diplomasi Makin Memanas! Trump Ejek Kapal Induk Tercanggih Inggris, 'Cuma Mainan' Gegara Khianati Kerjasama AS
Trump Ejek Kapal Induk Tercanggih Inggris, Cuma Mainan (dok Ist)

AKURAT BANTEN – Hubungan "spesial" antara Amerika Serikat dan Inggris kini berada di titik nadir.

Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan melontarkan hinaan pedas yang menusuk jantung pertahanan London.

Tak tanggung-tanggung, Trump mengejek kapal induk kebanggaan Inggris, HMS Queen Elizabeth, tak lebih dari sebuah "mainan" yang tidak berguna dalam pertempuran nyata.

Serangan verbal ini bukan tanpa alasan. Trump dikabarkan meradang karena merasa Inggris telah "mengkhianati" aliansi dengan tidak memberikan dukungan penuh saat AS mencoba menekan Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Diplomasi Maut Berhasil! Iran Beri 'Jalur Khusus' untuk Kapal Tanker Indonesia di Tengah Konflik

Kemarahan Trump: "Di Mana Sekutu Kami?"

Ketegangan ini bermula saat Washington melancarkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

Trump mengharapkan Inggris, sebagai sekutu terdekat, berdiri di garis depan bersamanya.

Namun, London justru memilih jalan diplomasi yang lebih lunak demi menjaga kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).

Bagi Trump, sikap setengah hati Inggris adalah bentuk pembangkangan.

Kekesalannya memuncak saat ia membandingkan armada Inggris dengan kekuatan tempur Amerika.

"Dia (Trump) melihat kapal itu dan mencibir. Baginya, itu hanya mainan jika dibandingkan dengan monster laut kelas Gerald R. Ford milik AS," ungkap seorang sumber internal.

Baca Juga: Fix Jadwal TKA 2026 Diumumkan: Siap atau Tertinggal

Perbandingan Pahit: Fakta di Balik Ejekan "Mainan"

Meskipun terdengar seperti hinaan emosional, ejekan Trump menyentuh poin teknis yang sensitif bagi militer Inggris:

Sistem Peluncuran: HMS Queen Elizabeth menggunakan ski-jump (papan luncur), sementara kapal induk AS menggunakan katapult elektromagnetik (EMALS) yang jauh lebih kuat untuk meluncurkan pesawat berat.

Daya Jangkau: Kapal Inggris masih bergantung pada bahan bakar konvensional, sangat kontras dengan kapal induk AS yang bertenaga nuklir dan bisa beroperasi bertahun-tahun tanpa mengisi bahan bakar.

Trump menilai, tanpa teknologi nuklir dan katapult canggih, kapal seharga puluhan triliun rupiah tersebut tidak akan mampu mengimbangi kekuatan Iran jika perang pecah di perairan jauh.

Baca Juga: AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?

Retaknya Aliansi Transatlantik

Ejekan ini bukan sekadar urusan teknis militer, melainkan simbol retaknya kepercayaan antara dua negara adidaya.

Inggris merasa kedaulatannya diremehkan, sementara Trump merasa "dikhianati" di saat-saat krusial.

Sentimen "America First" yang diusung Trump kembali membuktikan bahwa tidak ada aliansi yang benar-benar abadi jika kepentingan politik sudah berseberangan.

Dunia kini menanti, apakah London akan membalas hinaan ini atau tetap memilih diam demi menjaga hubungan diplomatik.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman