Banten

Polisi Dalami Peran Dua Pelaku Kasus Mutilasi di Bekasi, Bukti Forensik Terus Dikumpulkan

Riski Endah Setyawati | 31 Maret 2026, 07:52 WIB
Polisi Dalami Peran Dua Pelaku Kasus Mutilasi di Bekasi, Bukti Forensik Terus Dikumpulkan
Ilustrasi Penangkapan (Istimewa)

Akurat Banten - Polda Metro Jaya masih melanjutkan pemeriksaan mendalam terhadap dua tersangka berinisial DS alias A dan S dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban AH (39) yang terjadi di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Proses penyidikan hingga kini difokuskan untuk mengurai secara jelas peran masing-masing pelaku, termasuk keterlibatan mereka saat kejadian, alur tindakan kriminal yang dilakukan, hingga kemungkinan adanya upaya menghilangkan jejak pascakejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa penyidik bekerja secara bertahap untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh dan tidak ada bagian yang terlewat.

“Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi,” ujarnya.

Baca Juga: Metland Puri Akui Banjir Parung Jaya, Soroti Sampah Warga dan Dugaan Kiriman Air Dari Proyek Lain

Ia menjelaskan bahwa pengusutan perkara ini mengedepankan pendekatan scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis ilmiah agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan metode tersebut, setiap langkah yang diambil penyidik dilakukan secara cermat, objektif, serta didukung oleh alat bukti yang kuat sehingga konstruksi perkara dapat dibuka secara menyeluruh.

Kedua pelaku sendiri berhasil diamankan aparat kepolisian di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

Penangkapan ini menjadi titik awal pengembangan kasus yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat maupun motif di balik tindakan keji tersebut.

Selain melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku, kepolisian juga terus berupaya melengkapi alat bukti melalui berbagai langkah strategis yang dilakukan secara simultan.

Langkah-langkah tersebut meliputi pemeriksaan sejumlah saksi, pendalaman keterangan tersangka, pelaksanaan autopsi terhadap korban, hingga analisis laboratorium forensik yang bertujuan menguatkan bukti ilmiah.

Tidak hanya itu, tim penyidik juga melakukan pengembangan di lapangan untuk menelusuri setiap kemungkinan yang dapat membantu mengungkap fakta sebenarnya.

Upaya lain yang tengah dilakukan adalah pencarian bagian tubuh korban yang hingga kini belum ditemukan, yang dinilai sangat penting dalam memperkuat pembuktian serta kebutuhan forensik.

Pihak kepolisian menilai bahwa kelengkapan temuan tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian sekaligus memastikan keadilan bagi korban.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ayam Geprek di Bekasi, Polisi Temukan Bagian Tubuh Korban yang Dimutilasi di Bogor

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga meminta masyarakat untuk memberikan ruang kepada penyidik agar dapat bekerja secara maksimal tanpa gangguan spekulasi yang belum tentu benar.

“Kami mohon masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal, seluruh fakta akan dibuka secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, dan temuan forensik,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menyelesaikan perkara ini secara profesional, proporsional, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini sendiri sebelumnya mencuat setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap dugaan pembunuhan yang jasad korbannya disembunyikan di dalam freezer.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan sempat menghebohkan warga sekitar.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengungkapkan bahwa dua orang telah ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Serangan AS-Israel Tewaskan Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Perang Timur Tengah Memanas

“Dua orang pelakunya, inisialnya DS alias A dan S,” ucapnya.

Namun demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci kronologi kejadian karena proses penyidikan masih terus berjalan.

Informasi awal menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam freezer tanpa bagian tangan dan kaki.

Penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga di sebuah kios ayam geprek yang berada di Blok D33 kawasan tersebut pada Sabtu.

Korban yang dikenal dengan panggilan Pak Bedul diketahui merupakan pekerja di tempat usaha makanan tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti kematian korban hingga kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena kekejaman yang dilakukan serta proses pengungkapan yang melibatkan pendekatan ilmiah secara menyeluruh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.