Banten

Pedagang Pasar Ciputat Gelar Jumat Berkah untuk Dongkrak Kunjungan, Bagikan 150 Nasi Kotak dan Kerudung

Irsyad Mohammad | 28 November 2025, 16:46 WIB
Pedagang Pasar Ciputat Gelar Jumat Berkah untuk Dongkrak Kunjungan, Bagikan 150 Nasi Kotak dan Kerudung

AKURAT BANTEN - Para pedagang di Gedung Pasar Ciputat terus mencari cara untuk menghidupkan kembali aktivitas jual beli yang belakangan kian menurun. Salah satu langkah yang ditempuh ialah melalui kegiatan Jumat Berkah, yang diisi dengan pembagian ratusan nasi boks dan kerudung kepada pedagang maupun pengunjung.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C), Yuli Sarlis menuturkan bahwa inisiatif ini bukan hanya sarat nilai sosial, tetapi juga bentuk upaya menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di dalam gedung pasar.

"Jumat berkah ini kita bikin, supaya pedagang ramai, dan supaya pedagangnya juga penuh dengan keberkahan. Yang kedua, ya mengharapkan supaya Gedung Pasar Ciputat ini ramai," ujar Yuli, Jumat 28 November 2025.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Bangun Underpass Bitung Tangerang pada 2026, Anggaran Rp100 Miliar

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 150 nasi boks dan 150 kerudung dibagikan kepada seluruh pedagang, pengunjung, hingga warga yang melintas di sekitar pasar.

"Tadi 150 boks nasi kuning, dan 150 buah kerudung. Untuk semua. Semua pedagang, dan semua yang berkunjung di Pasar Ciputat. Yang lewat pun, ketika mereka minta, kita kasih," kata Yuli.

Ia menjelaskan bahwa Jumat Berkah merupakan kegiatan yang digagas bersama oleh para pedagang di gedung pasar, yang berlangsung secara berkala.

Baca Juga: RI Diingatkan Serius Atasi Perundungan, Usulan Kebijakan Mirip Korea Selatan Jadi Sorotan

"Yang memberikan sponsor ini, semua pedagang Pasar Ciputat. Kami sudah beberapa kali menjalani Jumat Berkah. Insya Allah enggak rutin sih, cuma kadang-kadang kita laksanain aja. Paling tidak sebulan satu kali," imbuhnya.

Menurut Yuli, kegiatan sosial semacam ini diharapkan mampu menggerakkan kembali arus pembeli ke dalam gedung pasar.

"Kita berharap ramai pembeli. Pedagang kan pasti memerlukan pembeli. Jadi, siapa tahu dengan Jumat Berkah ini, pembeli banyak masuk ke dalam gedung pasar. Memang yang di dalam gedung, kalau tidak mengharapkan dari langganan, susah," ucapnya.

Baca Juga: Jutaan Warga Desa Masih Hidup Dalam Gelap, Menkop Ungkap Fakta yang Menggetarkan Publik

Di sisi lain, Yuli menyoroti permasalahan yang membuat kondisi Gedung Pasar Ciputat semakin sepi, yakni keberadaan pedagang di luar gedung yang dinilai justru lebih difasilitasi. Hal ini membuat calon pembeli cenderung berhenti di luar tanpa masuk ke area dalam.

"Jadi pedagang yang di dalam gedung itu hanya berpatokan pada langganan-langganan. Untuk orang yang lewat, jarang sekali masuk ke dalam gedung. Kalau menurut saya, itu (penataan pedagang di Jalan Haji Usman) tidak maksimal. Kurang maksimal," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa fasilitas yang lebih menguntungkan justru diberikan kepada pedagang di luar gedung.

"Yang di luar malah difasilitasi dengan awning-awning yang menghadap ke Jalan Haji Usman. Kan lebih memudahkan untuk pembeli. Dan pedagang yang di dalam, karena sudah ada di luar, mereka (pedagang di Gedung Pasar Ciputat) akan sepi pengunjung," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.