Usai Hina Putra Mahkota Arab Saudi, Trump Ketahuan Telepon MBS, Bahas Gencatan Senjata dengan Iran

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).
Sebelumnya, diketahui Trump menghina Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan menyebut sang pemimpin 'tak berpikir akan menjilat saya' pada forum investasi di Florida yang didukung Arab Saudi.
Trump memberikan pengarahan kepada MBS terkait "Perkembangan perundingan mengenai kemungkinan gencatan senjata yang saat ini masih berlangsung melalui jalur tidak langsung," mengutip laporan Axios pada Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: PDIP Desak Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan di Gerai KDMP Tangerang
AS juga disebut tengah menjajaki proposal penghentian konflik dengan Iran melalui mediator, dengan poin utama, pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.
Terkait pernyataan Trump, Iran langsung membantah jika negaranya terlibat negosiasi langsung dengan Washington dan menilai proposal yang diajukan terlalu berlebihan dan tanpa bukti.
Eskalasi konflik yang terus meningkat antara AS, Israel, dan Iran yang pecah sejak akhir Februari belum ada tanda-tanda akan selesai.
Baca Juga: Bom Tandan Iran Hancurkan Pipa Air Utama Tel Aviv, Timbulkan Kepanikan dan Banjir Besar
Serangan udara yang dilakukan AS-Israel dan Iran menyebabkan ratusan ribu korban tewas serta melukai warga sipil akibat serangan drone serta rudal ke sejumlah target di wilayah sipil maupun markas militer kedua belah pihak.
Buntut konflik ini, turut mengguncang pasar global. Seperti, ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran, meningkatkan risiko terhadap rantai pasok minyak dunia serta mendorong harga energi yang semakin tak terkendali. *******
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas





