Banten

MENEMBUS JALAN MEMATIKAN: Prajurit TNI AD Pikul Ratusan Kilo Bantuan, 5 KM ke Desa Teris

Saeful Anwar | 4 Desember 2025, 08:28 WIB
MENEMBUS JALAN MEMATIKAN: Prajurit TNI AD Pikul Ratusan Kilo Bantuan, 5 KM ke Desa Teris

  • Aksi Heroik Satgas Yonif 122/TS, Jadi Harapan Tunggal 1.300 Korban Bencana yang Kelaparan

 

AKURAT BANTEN– Di tengah keputusasaan ribuan warga yang terisolir pasca-bencana alam, secercah harapan datang dari langkah kaki tak kenal lelah para prajurit.

Inilah kisah dedikasi sejati: Prajurit Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/BB baru-baru ini mencuri perhatian publik dengan aksi kemanusiaan yang mengharukan, menembus medan berat dan berbahaya demi menyalurkan bantuan logistik ke tiga desa yang benar-benar terputus total dari dunia luar di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pada Selasa (2/12/2025), saat desa-desa lain mulai tersentuh bantuan, warga di Desa Naga Timbul, Desa Mompang, dan Desa Mardame masih bertahan tanpa pasokan makanan.

Akses jalan yang luluh lantak akibat bencana telah memutus total jalur distribusi—hingga akhirnya para prajurit TNI AD mengambil alih peran sebagai 'jembatan' logistik.

Baca Juga: JEJAK GELAP RATU NARKOTIKA: Bukan Orang Sembarangan, Siapa Sebenarnya 'Dewi Astutik', Gembong 2 Ton Sabu yang Diburu Global?

Bantuan Pertama Setelah Bencana: Dipikul Melalui Lumpur dan Longsor

Bukan dengan truk atau kendaraan taktis, logistik vital ini dibawa dengan cara yang paling fundamental dan penuh perjuangan: dipikul secara manual di pundak para prajurit, menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh sekitar lima kilometer yang dipenuhi lumpur licin dan titik-titik longsor aktif.

Total bantuan yang didorong adalah volume yang masif:

196 sak beras

84 dus mi instan

115 dus air mineral

15 dus biskuit

Tiga goni pakaian layak pakai

Pengakuan Warga: “Hingga kini, 1.300 warga masih bertahan di pengungsian. Bantuan yang dibawa prajurit Satgas Yonif 122/TS ini adalah bantuan PERTAMA yang berhasil masuk ke wilayah kami sejak bencana melanda,” ujar Kepala Desa Naga Timbul, Bakhtiar Lumban Tobing, dengan nada haru.

Bantuan ini didistribusikan kepada 120 Kepala Keluarga (KK) di Desa Naga Timbul dan masing-masing 20 KK di Desa Mompang serta Desa Mardame. Warga Pagaran Lambung 3 pun menyampaikan keluhan serupa, menanti suplai logistik yang belum tiba.

Baca Juga: JAWABAN TEGAS! Prabowo Minta Pembalakan Liar Ditelisik, Satgas PKH Bongkar Sumber Kayu Gelondongan Pakai 'Mata' Satelit!

Permintaan Mendesak Satgas: Prioritas untuk Kelompok Rentan

Satgas Yonif 122/TS menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Titik terakhir yang dapat dijangkau kendaraan masih jauh dari lokasi pengungsian, memaksa pendorongan logistik harus dilakukan dengan cara manual, bahu-membahu.

Melihat kondisi di lapangan yang menunjukkan kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, Satgas telah mengajukan permohonan tambahan suplai bantuan segera dikirimkan ke Adiankoting.

Prioritas distribusi logistik saat ini difokuskan pada kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan ibu-ibu di lokasi pengungsian, memastikan mereka yang paling lemah tidak terlantar.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi luar biasa ini.

Komitmen Kodam I/BB: “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Kodam I/BB akan terus mempercepat distribusi,” tegas Kolonel Asrul.

Aksi heroik prajurit TNI AD yang memanggul logistik secara manual ini adalah bukti nyata komitmen negara—bahwa tidak ada satu pun warga negara yang akan dibiarkan kelaparan atau terisolir, meski harus menempuh jalan yang paling sulit sekalipun. Kisah ini adalah cerminan dari TNI AD yang selalu hadir dan berjuang bersama rakyatnya (**) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman