Iran dan Oman Terapkan Tarif Selat Hormuz hingga Rp34 Miliar per Kapal, Dunia Waspada Dampaknya

AKURAT BANTEN - Rencana Iran bersama Oman untuk memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menarik perhatian dunia.
Kebijakan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang belum stabil, sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global.
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur laut yang sangat vital bagi perdagangan internasional, khususnya untuk pengiriman minyak mentah dan gas alam.
Kawasan ini menjadi penghubung utama negara-negara produsen energi di Teluk dengan pasar global.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS–Iran Buat Harga Minyak Dunia Turun hingga 17 Persen!
Karena perannya yang krusial, setiap perubahan kebijakan di wilayah ini langsung berdampak luas terhadap ekonomi dunia.
Dalam rencana yang tengah dibahas, Iran disebut akan menetapkan biaya transit dengan nilai yang cukup tinggi bagi setiap kapal yang melintas.
Sementara Oman turut terlibat dalam kebijakan ini, meskipun belum dijelaskan secara rinci bagaimana mekanisme pembagian atau pengelolaan pungutan tersebut.
Kebijakan ini dikaitkan dengan upaya pemulihan kondisi pasca ketegangan militer di kawasan.
Baca Juga: Netanyahu Pastikan Gencatan Senjata AS-Iran Tak Hentikan Serangan Israel di Lebanon
Iran disebut membutuhkan dana tambahan untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak konflik.
Di sisi lain, pembukaan kembali jalur pelayaran secara terbatas menjadi langkah penting untuk menjaga arus perdagangan tetap berjalan.
Namun demikian, rencana pungutan ini menuai perdebatan.
Dalam hukum laut internasional, jalur seperti Selat Hormuz umumnya terbuka untuk pelayaran global tanpa biaya tambahan.
Baca Juga: BREAKING! Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Ini Isi Kesepakatannya
Karena itu, langkah Iran dan Oman dinilai berpotensi memicu respons dari negara lain yang bergantung pada jalur tersebut.
Selain aspek hukum, faktor keamanan juga menjadi perhatian utama.
Ketegangan yang sempat terjadi sebelumnya telah membuat aktivitas pelayaran di kawasan tersebut menurun drastis.
Banyak operator kapal memilih menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko.
Baca Juga: Antisipasi Perang Imbas Ultimatum Trump ke Iran, Jembatan King Fahd Saudi–Bahrain Ditutup Mendadak
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga oleh negara importir energi di Asia dan Eropa.
Gangguan pada distribusi energi berpotensi memicu kenaikan harga minyak serta meningkatkan tekanan terhadap perekonomian global.
Ke depan, implementasi kebijakan ini masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi politik dan keamanan di kawasan.
Jika hanya bersifat sementara, dampaknya mungkin dapat dikendalikan.
Baca Juga: Rudal Iran Tak Terbendung, Warga Israel Utara Kabur Massal Tinggalkan Kota
Namun jika diterapkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin akan mengubah dinamika perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz sekali lagi menunjukkan posisinya sebagai titik strategis yang sensitif terhadap konflik.
Setiap kebijakan di wilayah ini tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memiliki konsekuensi global yang signifikan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








