China Terancam 'Masalah Besar'! Trump Beri Peringatan Terakhir Soal Pasokan Senjata ke Iran

Ringkasan Berita
Peringatan Keras: Presiden Trump mengancam China dengan "masalah besar" jika membantu militer Iran.
Senjata Terlarang: Intelijen AS mendeteksi rencana pengiriman rudal anti-pesawat (MANPADS) yang bisa menjatuhkan jet tempur Amerika.
AKURAT BANTEN – Dunia kini menahan napas saat tensi diplomatik antara dua kekuatan ekonomi terbesar, Amerika Serikat dan China, mencapai titik didih baru.
Presiden Donald Trump secara resmi mengeluarkan "peringatan terakhir" kepada Beijing, menegaskan bahwa China akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat jika berani mengintervensi konflik di Timur Tengah dengan mengirimkan pasokan senjata ke Iran.
Baca Juga: Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat
Garis Merah Trump: China Jangan Main Api!
Langkah tegas diambil Donald Trump setelah laporan intelijen Amerika Serikat menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan yang menghubungkan industri pertahanan Beijing dengan militer Iran.
Di tengah masa gencatan senjata yang sangat rapuh, bantuan militer sekecil apa pun dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap stabilitas kawasan.
Trump menyoroti pengiriman sistem rudal portabel yang dapat dioperasikan dari bahu.
Senjata ini adalah "momok" bagi supremasi udara militer AS karena kemampuannya menjatuhkan helikopter dan pesawat tempur yang terbang rendah.
"Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar, oke? Kami sedang mengawasi setiap pergerakan. Jangan coba-coba menguji ketegasan kami saat ini."
— Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
Baca Juga: Ternyata Trump Punya Pikiran AS Tarik Biaya Selat Hormuz Per Kapal Saat Melintas, Bukan Iran
Sanksi Ekonomi di Depan Mata
Istilah "Masalah Besar" yang dilontarkan Trump bukan sekadar gertakan sambal.
Para analis kebijakan luar negeri di Washington meyakini bahwa Gedung Putih telah menyiapkan draf perintah eksekutif untuk memberlakukan sanksi ekonomi total.
Beberapa langkah yang diprediksi akan diambil Trump meliputi:
Tarif Ekstra: Pengenaan tarif impor hingga 50% atau lebih bagi barang-barang asal China.
Blokir Finansial: Pembatasan akses bank-bank China yang terlibat dalam transaksi militer ke sistem dolar global.
Isolasi Diplomatik: Pembatalan sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Baca Juga: Trump Umumkan Operasi Militer di Selat Hormuz, Ranjau Iran Mulai Disingkirkan?
Beijing Membantah, Namun Ketegangan Tak Terbendung
Meskipun Kedutaan Besar China di Washington dengan cepat mengeluarkan pernyataan bantahan dan menyebut tuduhan AS sebagai "provokasi yang tidak berdasar", namun kehadiran armada tempur AS di dekat jalur perdagangan utama memberikan sinyal bahwa Washington tidak main-main.
Peringatan terakhir ini kini menjadi ujian bagi hubungan bilateral kedua negara.
Jika bukti pengiriman senjata benar-benar terverifikasi, dunia mungkin akan menyaksikan perang dagang jilid baru yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










