Trauma Mendalam, Istri Petugas Damkar Kota Tangerang Takut Pulang ke Rumah Usai Penganiayaan

AKURAT BANTEN - Dampak kekerasan yang menimpa Hidayat, anggota BPBD (Damkar) Kota Tangerang, ternyata tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga guncangan psikis yang hebat bagi keluarganya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Rahman, mengungkapkan kondisi terkini korban setelah menjenguknya secara langsung.
Menurutnya, proses pemulihan fisik Hidayat masih membutuhkan waktu intensif di bawah pengawasan medis.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Ijazah Asli Hanya Dibuka di Pengadilan, Tanggapi Permintaan JK dengan Sikap Tegas
"Tadi siang perintah Pak Kalak (Kepala Pelaksana) saya mengecek kondisi korban, masih perlu beberapa hari untuk proses pemulihan," ujar Andia saat kepada Akurat.co Banten, Minggu (12/4/26).
Namun, hal yang paling memilukan bagi Andia adalah saat mendengar pengakuan dari istri korban. Rasa trauma yang menghantui pihak keluarga membuat mereka merasa tidak aman, bahkan untuk kembali ke kediaman mereka sendiri.
"Yang membuat saya sedih, istrinya bilang kalau sudah sembuh tidak mau pulang ke rumah. Mungkin tinggal di kerabatnya dulu karena takut. Begitu besar ternyata dampak psikis yang dirasakan keluarganya," tambah Andia dengan nada prihatin.
Baca Juga: Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara
Sebelumnya diberitakan, Seorang petugas piket Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menjadi korban tindak kekerasan yang terjadi pada Jumat (10/4/26). Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi Pos Damkar Pinang, tepatnya di jalan raya HR Rasuna Said, Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Jumat (10/4/2026) kemarin sekitar pukul 14:30 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa korban bernama Hidayat mengalami pemukulan oleh orang tidak dikenal hingga terjatuh.
Baca Juga: Pakistan Desak AS dan Iran Tahan Diri Usai Perundingan Damai di Islamabad Berakhir Buntu
Pelaku datang bersama seorang wanita dan korban sempat memperingatkan keduanya agar tidak melakukan hal mencurigakan karena kondisi pos sedang sepi.
Peringatan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab korban terhadap keamanan lokasi dan barang-barang di pos Pinang.
"Pada pukul 14.30 terjadi pemukulan dan tindak kekerasan kepada petugas piket atas nama Hidayat yang menyebabkan korban jatuh dan sobek pelipis kiri serta berdampak gumpalan di mata kiri," ujarnya dalam keterangan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








