Banten

Kadis Perindag Halmahera Barat Bermental Preman, Aniaya Warga Yang Datang Demo Kelangkaan Minyak, Ini Kronologinya

Saeful Anwar | 10 Januari 2025, 21:34 WIB
Kadis Perindag Halmahera Barat Bermental Preman, Aniaya Warga Yang Datang Demo Kelangkaan Minyak, Ini Kronologinya

 

AKURAT BANTEN-Minyak adalah kebutuhan yang sangat penting (urgent) bagi warga yang membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan memasak sehari- hari. 

Salah seorang warga, Hardi Dano Dasim, yang mewakili warga Halmahera Barat datang kekantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag), Rabu (8/1/2025)

Maksud dan tujuan Hardi datang ke Kantor Disperindag Kab. Halmahera awalnya menanyakan kelangkaan dan adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat Disperindag Halbar terkait adanya pungutan liar di balik kelangkaan BBM tersebut. 

"Tujuan saya untuk mempertanyakan kelangkaan minyak tanah dan adanya dugaan pungli (pungutan liar) salah satu pejabat dinas ke pengecer," ujar Hardi, Rabu (8/1/2025).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Demisius O Boky saat itu tidak berada di kantor. 

Baca Juga: Ancam Hilangkan Nyawa, Agus Buntung Menangis Histeris Saat akan Dimasukkan ke Lapas

Hardi pun hendak menempelkan pamflet berisi tuntutannya di kaca jendela kantor Disperindag Halbar.

"Beberapa saat kemudian, pak Kadis tiba dan ketika itu saya ingin memasang pamflet berisi tuntutan di sejumlah jendela kantor," tuturnya.

Hardi mengaku sempat dilarang oleh Demisius menempelkan pamflet. Namun Hardi bersikeras hingga seorang staf kantor Disperindag Halbar ikut turun tangan.

"Saya mau taruh (pasang pamflet) di lantai, tapi dilerai staf. Dia (Kadis) suru copot saya punya pamflet itu. Ketika mau copot, saya dorong dia punya staf," paparnya.

Baca Juga: KLH Bakal Tutup 3 TPA di Tangerang

Aksi Hardi membuat Demisius emosi hingga melakukan penganiayaan. Demisius memukul Hardi berkali-kali meski sempat dilerai staf kantor.

"Seorang staf coba melerai, tapi justru malah makin membuka kesempatan Kadis untuk menghantam wajah saya," sambung Hardi.

Peristiwa itu terjadi di Kantor Disperindag Halmahera Barat, Rabu (8/1) pukul 10.00 WIT. 

 

Sementara itu, Kapolres Halmahera Barat AKBP Erlichson mengaku sudah menindaklanjuti perkara penganiayaan itu. Dia menyebut Demisius sudah ditahan di Polres Halbar.

"Penahanan sampai berkas perkara lengkap dan kami limpahkan ke kejaksaan," ungkap Erlichson (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman