Gencatan Senjata AS–Iran Buat Harga Minyak Dunia Turun hingga 17 Persen!

AKURAT BANTEN - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga kisaran 13–17 persen pada perdagangan Rabu (8/4) pagi, setelah adanya pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa malam (7/4).
Ia menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk menghentikan konflik selama dua pekan sebagai langkah meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Netanyahu Pastikan Gencatan Senjata AS-Iran Tak Hentikan Serangan Israel di Lebanon
Dalam pernyataannya, Trump menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
Menurut Trump, Pakistan meminta Amerika Serikat menahan rencana serangan ke Iran dengan syarat Teheran bersedia membuka akses di Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Sebagai respons, Amerika Serikat menyetujui penghentian sementara operasi militer selama dua pekan, dengan harapan tercipta stabilitas di jalur perdagangan energi global tersebut.
Baca Juga: Iran Klaim Kemenangan Besar! Donald Trump Terima 10 Poin Perdamaian
Trump juga menegaskan bahwa keputusan gencatan senjata diambil karena Amerika Serikat merasa telah mencapai, bahkan melampaui, seluruh target militernya dalam konflik dengan Iran.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik kemungkinan mereda dalam jangka pendek, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar global.
Meredanya ketegangan geopolitik langsung berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia.
Minyak mentah Brent untuk kontrak Juni turun 12,6% menjadi sekitar 91,92 dolar AS per barel. Ini merupakan level terendah sejak akhir Maret.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei anjlok lebih dalam, yakni 16,6% ke posisi 94,10 dolar AS per barel.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global, terutama dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi energi paling krusial di dunia.
Baca Juga: Misteri Takhta Teheran: Mojtaba Khamenei Koma, Siapa Sosok Misterius yang Kini Kendalikan Iran?
Jika gencatan senjata ini benar-benar bertahan selama dua pekan atau bahkan berlanjut menjadi kesepakatan jangka panjang, harga minyak berpotensi tetap stabil atau bahkan melanjutkan tren penurunan.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati dinamika geopolitik yang bisa berubah sewaktu-waktu, terutama terkait keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi distribusi minyak dunia. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










