Trump Klaim Uranium Iran Diserahkan, Teheran Langsung Membantah Keras

AKURAT BANTEN - Pemerintah Iran menepis tegas pernyataan Presiden Donald Trump yang mengklaim bahwa Teheran bersedia menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat.
Bantahan ini memperlihatkan bahwa perbedaan sikap kedua negara masih cukup tajam dalam isu nuklir.
Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, Iran menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan mengenai pemindahan uranium dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Ia menekankan bahwa material nuklir tersebut merupakan aset strategis negara yang tidak akan diserahkan ke pihak mana pun.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Global
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas klaim Trump yang sebelumnya menyebut bahwa Amerika Serikat akan mengambil “debu nuklir” dari Iran.
Ungkapan tersebut merujuk pada uranium yang disebut terkubur akibat serangan militer yang terjadi sebelumnya.
Namun, pihak Iran menganggap pernyataan itu tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik internasional.
Menurut Iran, fokus utama dalam komunikasi yang sedang berjalan bukanlah soal penyerahan uranium, melainkan upaya meredakan ketegangan dan mencari jalan keluar dari konflik yang ada.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Tapi Kapal Masih Waswas, Bayang-Bayang Trump dan Iran Bikin Tegang
Dengan demikian, isu yang disampaikan Trump dinilai tidak mencerminkan isi pembicaraan yang sebenarnya.
Di sisi lain, Trump tetap menyampaikan optimisme terkait hubungan dengan Iran.
Ia bahkan mengisyaratkan bahwa kesepakatan terkait program nuklir berada di jalur yang positif.
Namun, pernyataan tersebut kembali dibantah oleh Teheran yang menegaskan bahwa belum ada kesepakatan final yang dicapai hingga saat ini.
Baca Juga: Minyak Dunia Jatuh 10 Persen, Iran Buka Selat Hormuz, Pasar Langsung Berbalik Arah
Perbedaan pernyataan ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih menghadapi banyak tantangan.
Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat selama ini memang diwarnai ketegangan, terutama terkait program nuklir yang menjadi perhatian global.
Amerika Serikat selama ini mendesak Iran untuk membatasi aktivitas nuklirnya guna mencegah potensi pengembangan senjata.
Sementara itu, Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, seperti energi dan riset ilmiah.
Baca Juga: AS Ancam Iran dengan Blokade dan Perang Jika Negosiasi Damai Gagal
Situasi ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Isu nuklir Iran kerap menjadi faktor pemicu kekhawatiran global karena berpotensi memicu konflik yang lebih luas.
Meski ketegangan masih terasa, jalur diplomasi tetap terbuka.
Sejumlah pihak internasional disebut terus mendorong dialog guna mencari titik temu antara kedua negara.
Baca Juga: Tiga Kapal Tanker Terkait Iran Lolos Selat Hormuz di Tengah Blokade AS
Namun, dengan adanya perbedaan narasi yang cukup kontras, proses menuju kesepakatan diperkirakan masih akan berlangsung panjang.
Bantahan keras dari Iran ini sekaligus menegaskan posisi mereka yang tidak ingin tunduk pada tekanan eksternal terkait aset strategis negara.
Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa setiap keputusan terkait program nuklir akan tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah Iran.
Ke depan, dinamika hubungan antara Iran dan Amerika Serikat akan terus menjadi perhatian dunia.
Baca Juga: Tiga Kapal Tanker Terkait Iran Lolos Selat Hormuz di Tengah Blokade AS
Setiap perkembangan dalam negosiasi ini tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keamanan dan stabilitas global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










