Krisis Bahan Baku Imbas Konflik Iran, Indonesia Lirik Impor Plastik dari Malaysia

AKURAT BANTEN - Indonesia mulai mempertimbangkan opsi impor plastik kemasan beras dari Malaysia sebagai respons atas terganggunya pasokan bahan baku plastik global.
Langkah ini muncul di tengah tekanan industri yang dipicu konflik di Iran, yang berdampak pada distribusi minyak bumi sebagai sumber utama nafta.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, mengungkapkan peluang tersebut saat pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke Malaysia.
Baca Juga: Istilah Termul Kembali Ramai, JK Singgung Peran di Balik Kemenangan Jokowi
“Plastik ternyata saya peluang [impor] dari Malaysia. Tawaran itu ada, kita lagi nyari peluang [impor] ya, kita kan bahan bakunya (nafta) dari minyak bumi," kata Sam.
Ia menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku berbasis minyak membuat sektor kemasan ikut terdampak ketika rantai pasok global terganggu.
Tidak hanya fokus pada plastik kemasan beras ukuran kecil, pemerintah juga mempertimbangkan jenis kemasan lain yang lebih canggih.
Baca Juga: Gempa M 7,4 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Indonesia Aman dari Ancaman Tsunami
Salah satunya adalah hermetic bag yang mampu menjaga kualitas beras dalam jangka waktu panjang tanpa memerlukan bahan tambahan.
“Bahkan bukan hanya plastik untuk kemasan yang 5 kilogram, termasuk namanya hermetic bag untuk bisa menyimpan beras sampai 2-3 tahun tanpa harus dikasih obat dan seterusnya,” ujarnya.
Meski begitu, rencana ini masih berada pada tahap awal dan belum menjadi keputusan final.
Baca Juga: Iran Siaga Tempur Tolak Bicara dengan AS, Klaim Rudal Siap Hantam Kapan Saja
Pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan kebijakan tersebut.
Selain Malaysia, peluang kerja sama dengan negara lain juga tetap terbuka sebagai alternatif sumber pasokan.
“Belum-belum, masih baru penjajakan. Artinya kita punya sumber yang lain lah, tidak harus dari sana,” kata Sam.
Baca Juga: Iran Siaga Tempur Tolak Bicara dengan AS, Klaim Rudal Siap Hantam Kapan Saja
Di sisi lain, tekanan terhadap industri kemasan juga disoroti oleh pelaku usaha dalam negeri.
Indonesia Packaging Federation mencatat lonjakan harga bahan baku yang signifikan turut memicu kenaikan biaya produksi kemasan fleksibel.
Kenaikan ini berdampak pada berbagai produk kebutuhan sehari-hari, termasuk minyak goreng dan beras.
Baca Juga: Istilah Termul Kembali Ramai, JK Singgung Peran di Balik Kemenangan Jokowi
Direktur Eksekutif IPF, Henky Wibawa, menyebut kondisi tersebut tak lepas dari terganggunya jalur distribusi global.
Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz membuat pasokan bahan baku menjadi terbatas dan mahal.
“Porsi biaya bahan baku berkisar 50-70 persen dari biaya total kemasan. Nah, kalau kenaikan harga bahan baku itu minimal 80 persen, maka biaya kemasan akan naik paling tidak 50 persen x 80 persen=40 persen,” kata Henky.
Baca Juga: Iran Siaga Tempur Tolak Bicara dengan AS, Klaim Rudal Siap Hantam Kapan Saja
Situasi ini memperlihatkan betapa eratnya keterkaitan antara dinamika geopolitik dan stabilitas harga kebutuhan pokok di dalam negeri.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










