Banten

Darurat Sampah Ciputat Berakhir? Pemkot Tangsel Resmi Kirim 500 Ton Sampah ke TPSA Cilowong

Saeful Anwar | 25 Desember 2025, 15:09 WIB
Darurat Sampah Ciputat Berakhir? Pemkot Tangsel Resmi Kirim 500 Ton Sampah ke TPSA Cilowong

AKURAT BANTEN – Pemandangan tumpukan sampah di Flyover Ciputat dan Pasar Cimanggis yang selama ini dikeluhkan warga tampaknya akan segera menjadi sejarah.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi mengambil langkah besar dengan menggandeng Pemerintah Kota Serang untuk mengatasi krisis limbah rumah tangga di wilayahnya.

Sebanyak 500 ton sampah per hari diproyeksikan akan dikirim dari Tangsel menuju Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang.

Keputusan ini mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Serang sebagai bagian dari skema kerja sama pengelolaan sampah lintas daerah yang ambisius.

Baca Juga: HEBOH! Model Majalah Dewasa Masuk Kemhan, Netizen Ngamuk: 'Buat Apa Kami Bayar Pajak?'

Solusi di Tengah Kebutuhan Nasional

Kerja sama ini bukan tanpa alasan. Selain membersihkan jalanan Tangsel, pasokan sampah ini ternyata dibutuhkan Kota Serang untuk memenuhi target Program Strategis Nasional (PSN).

TPSA Cilowong membutuhkan minimal 1.500 ton sampah per hari agar sistem pengolahan modernnya berjalan optimal.

Dengan tambahan 500 ton dari Tangsel, total sampah yang masuk ke Cilowong akan mencapai angka ideal sekitar 1.200 hingga 1.500 ton per hari jika digabung dengan kiriman dari Kabupaten Serang.

Baca Juga: Prabowo 'Tabuh Genderang Perang' Lawan Mafia Hutan: Tak Gentar Hadapi Preman dan Hasutan!

Syarat Ketat: Truk Modifikasi dan Jam "Kalong"

Namun, "membuang" sampah ke daerah tetangga tidak semudah membalikkan telapak tangan. DPRD Kota Serang memasang pagar tinggi agar kerja sama ini tidak merugikan warganya.

  • Truk Anti-Bocor: Pemkot Tangsel wajib menyediakan armada baru dengan teknologi penampung air lindi (cairan sampah). "Tidak boleh ada ceceran bau di sepanjang jalur menuju Cilowong," tegas Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi.
  • Jam Operasional Khusus: Pengangkutan hanya diizinkan pada malam hari hingga maksimal pukul 05.00 WIB. Ini bertujuan agar iring-iringan truk sampah tidak berbenturan dengan aktivitas masyarakat dan mencegah kemacetan.

Baca Juga: Di Balik Hilangnya Instagram Zara Anak Ridwan Kamil: Sinyal 'Self-Healing' di Tengah Badai Perceraian Orang Tua?

Ancaman Putus Kontrak

Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menghentikan kerja sama jika poin-poin kesepakatan dilanggar.

"Jika catatan dari Komisi III tidak dipenuhi, atau jika masyarakat terdampak tidak diakomodasi aspirasinya, kami akan mempertimbangkan untuk membatalkan perjanjian ini pada tahun berikutnya," ujar Muji dengan nada tegas.

Baca Juga: Misteri Aliran Dana Rp20 M: Mengapa Nama Gus Yazid Muncul di Kasus Penjualan Tanah Negara Cilacap?

Target 2026: Modernisasi Cilowong

Saat ini, proses administrasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten serta Kemendagri terus dikebut.

Sembari menunggu, TPSA Cilowong tengah bersiap dengan meningkatkan teknologi Aerated Waste System (AWS) dan memperkuat sistem controlled landfill.

Targetnya, pada tahun 2026, aliran sampah dari Tangsel sudah mulai mengalir secara sistematis ke Serang, sekaligus menandai berakhirnya era darurat sampah di jalan-jalan protokol Tangerang Selatan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman